Rupiah di Pasar Spot Masih Loyo

transbisnis.com | JAKARTA – Awal perdagangan Senin (24/2/2020) sekira pukul 9.40 WIB Rupiah di pasar spot masih loyo di pasar spot pagi ini.

Kurs rupiah di pasar spot ada di Rp 13.882,50 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 0,89% dibanding penutupan sebelumnya di Rp 13,760 per dolar AS.

Di mana pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya. Won Korea menurun 0,72% terhadap dolar AS, selain itu Ringgit Malaysia menurun 0,64% per dolar AS, selanjutnya Baht Thailand juga melemah 0,50% per dolar AS.

Menurut Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan melihat sentimen eksternal masih punya peran besar dalam pergerakan rupiah. Virus corona dinilai masih akan menjadi sentimen utama yang menekan rupiah pada pekan ini.

“Jika tidak ada kabar positif dari persebaran virus corona, maka kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global akan semakin menjadi. Sehingga aset safe haven pasti akan lebih dijadikan pilihan oleh pelaku pasar,” terang Yudi.

Sementara dari dalam negeri, Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana melihat imbas pemotongan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis poin akan terasa pada pekan depan. Pergerakan yield surat utang negara (SUN) dan US Treasury juga akan punya pengaruh pada pergerakan harga rupiah.

“Selain itu, outlook ekonomi AS oleh The Fed yang akan berlangsung pada 25 Februari mendatang, sepertinya juga akan memberikan sentimen bagi pasar. Pergerakan dolar AS inilah yang punya pengaruh besar terhadap pergerakan rupiah pada pekan depan,” ujar Fikri.

Fikri melihat volatilitas rupiah yang sepertinya akan cukup lebar pada pekan depan. Dia memproyeksikan rupiah akan bergerak di rentang Rp 13.710 per dolar AS-Rp 13.850 per dolar AS dengan kecenderungan melemah.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *