Awal Pekan, IHSG Terperosok ke Zona Merah

transbisnis.com | JAKARTA – Mengawali perdagangan, Senin (24/2/2020) pagi ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh hampir 1% di pasar spot.

Berdasarkan data RTI, pukul 09.14 WIB, indeks terkoreksi 0,82% ke level 5.836,085. Tercatat 179 saham turun, 67 saham naik, dan 92 saham stagnan. Total volume 673 juta saham dengan nilai transaksi capai Rp 591 miliar.

Sementara, sembilan dari 10 indeks sektoral memerah. Sektor aneka industri paling dalam penurunannya 0,97%. Sementara hanya sektor barang konsumsi yang menghijau 0,09%.

Pagi ini, investor asing mencatatkan net sell Rp 41,543 miliar di pasar reguler dan Rp 41,586 miliar keseluruhan market.

“Setelah IHSG menguat selama sepekan lalu sebesar 0,26%, tetapi disertai net sell investor Asing sebesar Rp 1,46 triliun, di awal pekan ini Senin IHSG diperkirakan akan dilanda aksi jual kembali. Seiring jatuhnya DJIA sebesar 0,78% di tengah kejatuhan harga Crude Oil 1,02%, Nikel 1,3% & Coal -0,75%,” kata Analis MNC Sekutitas Edwin Sebayang.

Di samping itu jatuhnya Bursa Asia Senin pagi ini, terutama tajamnya kejatuhan Bursa Korsel sekitar -2% setelah menaikkan peringatan wabah Virus Corona ke level tertinggi menyusul tewasnya 5 orang terkena Virus Corona dan 600 orang terinveksi Virus Corona, berpotensi mendorong turun IHSG.

Semakin banyaknya negara yang terinveksi Virus Corona membuat indikasi DJIA Futures turun tajam sebesar -335 poin Senin pagi ini membuat langkah berat IHSG.

“Mengetahui IHSG berpotensi kembali turun, kami tetap bersemangat merekomendasikan investor melakukan trading harian atas saham dari Sektor Logam Emas, Bank, Pakan Ternak Ayam, Konsumer, Retail, Properti, Rokok dan CPO dalam perdagangan Senin ini,” rekomendasinya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *