Bursa AS Terseok-seok di Pasar Spot

  • Whatsapp

transbisnis.com | NEW YORK – Transaksi di akhir perdagangan Kamis (13/2/2020) waktu setempat Wall Street terseok-seok didorong kekhawatiran banyaknya jumlah korban akibat virus corona dan laporan keuangan emiten yang beragam.

Di mana Indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,11 poin atau 0,43% ke 29.423,31, S&P 500 turun 5,51 poin atau 0,16% ke 3.373,94 dan Nasdaq Composite turun 13,99 poin atau 0,14% ke 9.711,97.

Bacaan Lainnya

Ada 11 sektor utama S&P 500, tujuh sektor ditutup di zona merah yang dipimpin oleh sektor industri.

Sementara, Saham teknologi yang memimpin indeks utama Wall Street rata-rata diperdagangkan lebih rendah dibanding sesi sebelumnya, dengan saham-saham blue chip Dow Jones menderita kerugian terbesar.

Harapan bahwa epidemi virus corona (Covid-19) bisa semakin berkurang setelah adanya lonjakan korban jiwa, terutama di China.

Namun, masih ada sedikit optimisme ketika direktur WHO dalam sebuah pengumuman mengatakan bahwa, “Kami tidak melihat peningkatan dramatis pada kasus di luar China.”

“Di saat seperti ini, investor harus mengambil langkah dengan tenang,” kat Charlie Ripley, ahli strategi pasar senior untuk Allianz Investment Management di Minneapolis seperti dikutip Reuters.

Namun aksi jual sesi terakhir tak terjadi.

“Ada berita utama bolak balik.. tetapi investor menyadari peristiwa ini terjadi di kuartal pertama dan ketidakpastian cenderung berkurang,” kata Ripley.

Memang dalam laporan ekonominya kepada Kongres awal pekan ini, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral menilai risiko virus corona dan potensi ancaman lain, yang mengindikasikan setiap perubahan pada kebijakan akomodatif tidak mungkin dilakukan pada tahun ini.

Sementara itu, musim laporan keuangan kuartal IV-2019 hampir berakhir, dengan 378 perusahaan S&P 500 sudah mengumumkan hasilnya. Dari emiten yang sudah melaporkan, 71,2% hasilnya di atas ekspektasi konsensus, menurut data Refinitiv.

Volume transaksi saham di bursa AS mencapai 6,86 miliar saham, dengan rata-rata 7,64 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Pos terkait