Virus Corona Memicu Harga Minyak Mentah Mendidih

transbisnis.com | SEOUL – hari ketiga di tengah ekspektasi pengurangan produksi lebih dalam akibat wabah virus corona memicu harga minyak mentah kembali naik.

Berdasarkan data Reuters, Kamis (13/2) pukul 9.30 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman April2020 di ICE Futures naik 17 sen, atau 0,3%, menjadi $ 55,96 per barel.

Setali tiga uang, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Maret 2020 di Nymex naik 29 sen, atau 0,6%, menjadi $ 51,46 per barel.

Sentimen pendukung bagi harga emas hitam ini masih datang dari rencana The Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, merekomendasikan pengurangan produksi tambahan sebesar 600.000 barel per hari (bph) guna mengimbangi kehilangan permintaan terkait virus corona.

Saat ini, pengurangan produksi minyak di OPEC+ mencapai 1,7 juta barel per hari.

Sebelumnya, OPEC juga sudah memangkas proyeksi permintaan minyak tahun ini. Pengurangan permintaan bakal terjadi sekitar 200.000 barel per hari dan mendorong harapan bahwa OPEC+ akan memberlakukan pemotongan tambahan ketika kembali bertemu.

Pemerintah Rusia belum menjelaskan bahwa pihaknya akan mendukung pemotongan lebih dalam, tetapi mayoritas perusahaan minyak Rusia menginginkan pengurangan memperpanjang setidaknya hingga kuartal II-2020, kata seorang pejabat senior Lukoil kepada Reuters.

“Minyak naik karena OPEC menunggu tanggapan resmi dari Rusia mengenai usulan pengurangan produksi,” Stephen Innes, kepala strategi pasar AxiCorp.

Minyak juga mungkin naik karena pelaku pasar melakukan aksi ambil untung mengingat saat ini harganya sudah terlampau murah. Brent dan WTI pun telah jatuh lebih dari 20% dari puncaknya pada Januari 2020 lalu.

Namun, data jumlah kasus baru yang dikonfirmasi di Provinsi Hubei, pusat wabah, menunjukkan bahwa wabah dan dampaknya terhadap permintaan minyak akan terus berlanjut.

Baru-baru ini kasus virus corona sudah melonjak 14.840 pada 12 Februari menjadi 48.206, dan kematian naik dengan catatan harian 242 menjadi 1.310 di provinsi tersebut.

Pembatasan perjalanan ke dan dari China dan karantina di dalam negeri telah membatasi konsumsi minyak.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *