Geger ! Si Raja Rimba Mengganas Memangsa Sapi Warga di Langkat

  • Whatsapp

LANGKAT – Masyarakat kecamatan Bahorok khususnya warga dusun 7 desa Timbang Lawan kembali gempar dan geger. Pasalnya satwa buas dan liar, si Raja rimba/harimau memangsa hewan sapi/lembu milik Jumingin.

Harimau Sumatera turun dari Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) memasuki lahan perkebunan masyarakat yang berbatasan dengan kawasan hutan lindung.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun Minggu, 27/10 menyebutkan diketahui hewan Jumingin dimangsa sekira pukul 15.30 Wib. Disaat pemilik hendak memindahkan hewan peliharaan seperti biasa.

Jumingin 57 thn warga dusun 7 dessert Timbang Lawan dikonfirnasi menguraikan ada rasa curiga pasalnya hewan ternak teman lain yang disekitar lokasi sekitar 30 ekor terkesan gelisah dan ketakutan.

Disaat menghitung populasi ternak seorang warga mengabarkan menemukan bangkai sapi sekitar 800 M dari batas TNGL kata Jumingin. Langsung cek ke lokasi diseberang Sei Labdak dan benar seekor lembu berbobot 60 Kg tergelatak tak bernyawa dan beraroma tak sedap.

Kondisi hewan, bagian ekor telah terluka lebar diperkirakan tragedi itu berlangsung tadi malam urai Jumingin.

Disinggung tentang kerugian materi, diperhitungkan laku terjual kisaran Rp 8.000.000,oo ujarnya.

Menjawab awak media merupakan tragedi yang ke-3,Jumingin membenarkan.Pertama bulan Desenber 2014, kedua bulan Agustus 2018 dan ketiga Oktober 2019 beber Jumingin.

“Kita berharap ke pemerintah agar peduli terhadap satwa liar dan buas yang dilindungi. Masyarakat yang berbatasan dengan TNGL tidak terusik dan merasa nyaman beraktifitas,” harap Jumingin melalui telepon genggamnya.

Terpisah kepala seksi wilayah 2 Sumut, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Albert Aritonang saat dikonfirnasi mengaku belum mendapat laporan resmi tentang hal itu. Namun demikian akan secepatnya berkordinasi dengan pihak terkait termasuk TNGL ujarnya dari seberang selulurnya.

Berkaitan itu, kepala seksi wilayah 5 TNGL Parber Turnip mengaku sudah memerintahkan personil mengecek ke lokasi. “Kita juga akan bahas /mempelajari bersama instansi terkait tentang tragedi yang dialami orang yang sama 3 kali berturut,” paparnya.

Zona larangan Dihimbau kepada masyarakat sekitar lokasi agar tetap waspada dan tidak mekakukan aktifitas untuk sementara waktu. Peternak juga disarankan agar memasukkan hewan peliharaan ke kandang dimalan hari kata Turnip dari telepon selulurnya.

Terkait itu, camat Bahorok, Nuryansyah Putra saat dimintai tanggapannya mengatakan mendukung himbauan pihak TNGL. Disarankan masyarakat jika bepergian ada hal yang sangat penting ke sekitar lokasi agar tidak sendiri. Sudah dikordinasikan dengan pihak desa untuk mendukung hal dimaksud kata camat.

Kepala desa Timbang Lawan, Malik Nasution mengaku akan mengadakan rapat desa untuk membahas hal itu.[ginting]

Pos terkait