Rupiah Stagnan dan IHSG Masih Melempem Diperdagangkan

MEDAN|Rupiah stagnan dan IHSG masih melempem diperdagangkan. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari rabu(30/8), Rupiah dipatok menguat tipis.

“Rupiah dipatok pada level 13.343 per US Dollar, patokan ini lebih baik ketimbang sebelumnya yang berada pada level 13.348,” kata Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada wartawan hari ini.

Dia menjelaskan di pasar spot sendiri, Rupiah bergerak stagnan cenderung melemah terhadap US Dollar. Meski dibuka menguat 10 poin menjadi 13.330 di awal perdagangan. Namun Rupiah belum bisa melanjutkan penguatannya. Rupiah sempat menyentuh level terendahnya 13.360 dan level tertingginya 13.268. Terpantau sampai rabu sore, Rupiah masih bergerak stagnan cendrung melemah dikisaran 13.340-13.360.

“Minimnya sentimen positif dari dalam negeri ditenggarai menjadi penghalang Rupiah untuk melanjutkan penguatannya. Tertahannya laju penguatan Rupiah masih dalam batas kewajaran karena pergerakan Rupiah masih tergantung sentimen global. Imbasnya Rupiah hanya bisa bergerak terbatas,” paparnya.

Sementara itu, US Dollar mulai bergerak keluar dari tekanan seiring mulai meredanya suhu panas pasar global terkait ancaman rudal Korut. Jepang telah mengantisipasi aksi provokatif Korut yang menembakkan rudal ke wilayahnya dengan latihan militer. Imbasnya suhu panas pasar global mulai mereda. Minat asset safe haven mulai berkurang, hal ini dapat terlihat tidak banyak aksi jual berlebihan. Imbasnya US Dollar mulai bergerak keluar dari tekanan.

Ditambah lagi dengan data ekonomi AS yang diperkirakan akan dirilis membaik seperti perubahan tenaga kerja non pertanian ADP yang diperkirakan naik menjadi 183.000 serta Produk domestic bruto yang diperkirakan naik menjadi 2,7 persen.

Dia menegaskan IHSG masih melempem diperdagangkan namun masih dalam rentang yang terbatas. IHSG mengawali perdagangan di buka menguat pada level 5888,42. IHSG sempat menguat diperdagangkan dan menyentuh level tertingginya 5893,90. Namun IHSG kembali bergerak melemah di zona merah dan ditutup melemah tipis sebesar 15,70 poin atau 0,267 persen menjadi 5872,50 dengan total transaksi mencapai Rp. 6,04 Triliun. Mayoritas sektor yang melemah menjadi daya pemberat IHSG.

“Sektor perdagangan memipin pelemahan paling banyak sebesar 1,383 persen menjadi 913,74 diikuti sektor konsumsi yang melemah sebesar 0,972 persen menjadi 2488,45. Sektor manufaktur melemah sebesar 0,675 persen menjadi 1450,43 dan sektor pertambangan yang melemah sebesar 0,642 persen menjadi 1511,94R,” paparnya.

Dia menambahkan pelemahan IHSG juga dipengaruhi masih banyaknya pihak asing yang pelan-pelan keluar dari pasar saham Indonesia walaupun masih terkendali. Hal ini dapat terlihat dari transaksi pihak asing yang melakukan aksi jual bersih yang mencapai Rp103 Miliar.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *