BNNP Ringkus Ratu Ekstasi di Center Point Bawa 17 Ribu Butir Ekstasi

  • Whatsapp

MEDAN|Petugas Badan Narkotika Nasional (BNNP) Sumut meringkus Lenny (39), bandar narkoba asal P. Siantar, di pelataran parkir basement Center Point, Jalan Jawa Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, Rabu (2/8/2017).

Dari tangan Ratu narkoba asal Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematang Siantar ini, petugas BNNP Sumut menyita barang bukti 17.000 butir narkotika jenis pil ekstasi warna pink.

Informasi diperoleh, Jumat (4/8/2017) menyebutkan, pelaku yang pernah ditangkap petugas Intel Korem 022 Pantai Timur atas kepemilikan 3,3 gram narkoba jenis sabu-sabu ini sudah lama diincar oleh petugas Bidang Pemberantasan BNNP Sumut.

Petugas yang mengintai mendapat informasi kalau wanita yang tinggal di tempat kos Jalan Candi Kalasan, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah ini hendak bertransaksi narkoba jenis ekstasi di tempat perbelanjaan Center Point.

Petugas BNNP Sumut pun membuntuti pelaku hingga ke lokasi yang dinaksud. Namun pelaku tak kunjung bertransaksi. Ketika pelaku hendak meninggalkan Center Point, petugas pun menangkap pelaku pada saat akan memasuki mobilnya.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua bungkusan narkotika jenis ekstasi, terdiri dari 1000 butir pada setiap bungkusnya hingga total ekstasi yang disita berjumlah 2000 butir.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan melakukan penggeledahan di tempat kos tersangka. Dari dalam kamar pelaku, petugas menemukan lagi tiga bungkus besar yang dengan total 15.000 butir.

Dengan temuan di kamar kos-kosan itu, maka total ekstasi yang diamankan dari pelaku berjumlah 17 ribu butir.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Narkoba BNNP Sumut, AKBP Agus Halimudin ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. “Benar, tersangka kita bekuk di salah satu pusat perbelanjaan,” kata Agus.

Namun sayang, orang nomor satu di Bidang Penindakan BNNP Sumut ini belum menjelaskan secara rinci perihal penangkapan tersebut.

Pos terkait