Semakin Buruk, DPRD Medan Desak Pengelola KIM Benahi Infrastruktur

  • Whatsapp

MEDAN|Pengelola Kawasan Industri Medan (KIM) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) didesak agar membenahi sekaligus meningkatkan berbagai sarana dan prasarana infrastruktur yang rusak di kawasan industri (KI) tersebut.

Hal ini sangat mendesak untuk dilakukan guna meningkatkan pelayanan sekaligus meningkatkan citra KI. Desakan tersebut disampaikan anggota DPRD Kota Medan Surianto SH alias Butong di Gedung  DPRD Kota Medan.

Bacaan Lainnya

Politisi Partai Gerindra dan berasal dari daerah pemilihan (dapil) Medan Utara itu menyebutkan, kondisi jalan yang ada di KI sangat buruk, dipenuhi lubang-lubang. Akibatnya, banyak kendaraan bertonase besar yang melintas di kawasan itu harus ekstra waspada agar tidak mengalami kerusakan.

Selain kondisi jalan yang buruk, lampu penerangan jalan di beberapa titik tidak menyala, bahkan belum ada. Dampaknya membuat KI menjadi gelap gulita pada malam hari. “Kondisi tersebut mengakibatkan rawan terjadi kejahatan,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (DPW ALFI) Provinsi Sumatera Utara ini.

Perbaikan sarana dan prasarana tersebut, sambung Surianto yang didampingi beberapa fungsionaris DPW ALFI Sumut seperti Wiluyo Hartono, semakin penting bila dikaitkan dengan adanya rencana BUMN tersebut yang akan mengutip jasa parkir bagi kendaraan yang hilir mudik ke kawasan itu.

“Pihak KIM sebagai penyedia jasa bagi pengusaha sudah semestinya membenahi sekaligus memperbaiki berbagai sarana dan prasarana yang ada, barulah kemudian menawarkan sesuatu kepada pihak mitra sebagai pengguna jasa,” ujar Surianto.

Fenomena kurang mengendepan pembenahan di bagian hulu tetapi melakukan action (kutipan,red) di bagian hilir, sebut Surianto, merupakan kekeliruan.

“Hal ini memang lazim terjadi di lingkungan perusahaan plat merah, khususnya yang bersifat monopolistik. Kondisi demikian itu harus dirubah dan diperbaiki di masa mendatang,” saran Surianto.

Direktur Pengembangan PT KIM Hilmi Abdullah yang dihubungi Rabu sore belum memberikan respons menanggapi kritik dan saran yang disampaikan Surianto selaku politisi yang juga pelaku usaha.

Pos terkait