Ini Komentar Pertamina Soal Kelangkaan LPG 3 Kg

  • Whatsapp

MEDAN|PT Pertamina MOR I Sumbagut memberikan tanggapan terkait berita MedanBisnis pada Senin, 10 Juli 2017 dengan judul “Gas LPG 3 kg Langka”. Dalam hal ini, PT Pertamina menyatakan bahwa ketersediaan gas LPG 3 KG di Perdagangan, Simalungun tersedia.

“Kami sampaikan bahwa sesuai pantauan kami stok LPG 3 kg cukup tersedia di wilayah Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun dengan harga sesuai dengan HET yaitu Rp 16.000,” kata Fitri Erika Area Manager Communication and Relations Pertamina Sumbagut.

Bacaan Lainnya

Erika mengatakan masyarakat dapat membeli tabung sesuai HET di 30 pangkalan di wilayah Perdagangan. Setiap harinya Pertamina menyalurkan sebanyak 1.800 tabung ke Perdagangan.

“Jika kemudian masyarakat melihat ada indikasi pangkalan resmi penjualan tidak sesuai dengan HET dapat melaporkan ke kontak pertamina 1500000 atau pihak berwenang maupun pemda setempat. LPG 3 kg adalah produk subsidi yang diperuntukan hanya bagi kalangan yang tidak mampu,” jelasnya.

Sebelumnya, diberitakan Gas elpiji ukuran 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir ini di Kota Perdagangan Kecamatan Bandar, Simalungun dan sekitarnya mengalami kelangkaan. Kondisi ini, membuat warga setempat mengeluh dan panik, ditambah lagi dengan aktivitas setelah lebaran kebutuhan elpiji semakin meningkat.

Pranoto seorang pedagang di Kelurahan Perdagangan III kepada wartawan, Sabtu (8/7) mengeluhkan kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram sejak sepekan terakhir. Akibatnya dia terpaksa harus membeli gas elpiji ukuran 5 kg.

“Susah sekali mencari gas elpiji ukuran 3 kilogram sekarang ini, sudah keliling saya mencarinya baik di pangkalan maupun pedagang eceran atau kios yang biasa menjual gas elpiji yang disubsidi pemerintah itu tapi tidak juga ada hingga akhirnya membeli gas elpiji ukuran 5 kilogram,” katanya.

Bagi pedagang kalau harus menggunakan gas elpiji ukuran 5 kilogram terlalu berat, karena harganya lebih mahal dari gas elpiji ukuran 3 kilogram sehingga keuntungan dari hasil jualan tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan.

Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram ini berdampak kepada perekonomian warga dan kalau seperti ini bagaimana mau berjualan kalau menggunakan gas elpiji ukuran 5 kilogram mencapai harga sekitar Rp 60.000.

“Padahal, kalau menggunakan gas elpiji ukuran 3 kilogram hanya Rp 16.000,” kata Pranoto.

Hal senada juga diutarakan seorang ibu rumah tangga Kusherawati yang mengeluhkan susahnya mencari gas elpiji ukuran 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir sehingga dia terpaksa harus menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Sejak beberapa hari terakhir gas elpiji ukuran 3 kilogram sangat susah dicari di pangkalan dan pedagang eceran, kalaupun ada selain harganya melambung mencapai Rp 25 ribu pedagang eceran itu juga tidak mau menjual dengan alasan tidak ada stok dan untuk dipakai sendiri.[mbc]

Pos terkait