RAGAM WARTA
WARUNG TENDA : BERSAING MENUJU EKSISTENSI
Oleh Agus Fitri Yanto*) “Satu sore di medio Juni 2009, langit masih berwarna biru dengan semburat putih awan”. Warna sore Kutoarjo semakin terasa dengan berdirinya warung-warung tenda di seputaran alun-alun. Ternyata tak jauh berbeda dibanding minggu-minggu sebelumnya. Alun-alun menjadi ruang publik tersendiri dengan ke-khas-annya bagi masyarakat. Warung tenda dan alun-alun, arena bercengkrama sekaligus tempat... »









