Rupiah Masih Tak Bergerak Bersandar di Level Rp14.140 Per Dolar AS

JAKARTA – Melansir data RTI, pukul 8.02 WIB, rupiah dibuka ke Rp 14.140 per dolar AS atau sama dari sesi sebelumnya. Nilai tukar rupiah stagnan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), Selasa (15/10).

Sementara pada perdagangan Kemarin, Senin (14/10), kurs rupiah di pasar spot turun tipis 0,01% menjadi Rp 14.140 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia justru menanjak 0,09% ke posisi Rp 14.126 per dolar AS.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual bilang, ruang gerak rupiah cenderung tipis karena menanti neraca dagang yang dirilis hari ini. Pelaku pasar memprediksi, neraca dagang bulan September defisit setelah di bulan Agustus lalu surplus US$ 80 juta.

Head of Economic & Research UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menambahkan, jika defisit neraca perdagangan masih di bawah US$ 200 juta, potensi rupiah untuk bergerak stabil dengan kecenderungan menguat terbuka.

Sentimen negatif dari eksternal yang mereda usai pertemuan dagang antara AS dan China pada akhir pekan lalu dapat dimanfaatkan rupiah. “Walau belum final, tetapi gencatan senjata ini sudah cukup baik bagi mata uang emerging market termasuk rupiah,” kata Enrico, kemarin.

Tapi para analis masih melihat, pergerakan rupiah cenderung tipis hingga Presiden Joko Widodo selesai menyusun kabinet baru. “Pasar mau lihat apa yang dilakukan Presiden Jokowi terkait susunan kabinetnya,” ujar Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan.

Alhasil, dia memprediksi, hari ini kurs bergerak dalam kisaran Rp 14.100–Rp 14.170 per dolar AS. Sedangkan David memperkirakan, rupiah berpeluang berbalik arah namun dalam rentang sempit di kisaran Rp 14.110–Rp 14.170 per dolar AS.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *