Bursa Asia Tergelincir di Zona Merah

JAKARTA – Bursa Asia kompak melemah pada pertengahan pekan ini. Rabu (2/10) pukul 8.32 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,62% ke 21.749. Hang Seng melemah 0,83% ke 25.881.

Indeks Taiex terkoreksi 0,11% ke 10.951. Sedangkan Kospi melorot 1,11% ke 2.049. Straits Times turun 0,70% ke 3.123. Sedangkan FTSE Malaysia tergerus 0,25% ke 1.585.

Aktivitas manufaktur Amerika Serikat (AS) yang turun menjadi salah satu penyebab koreksi pasar saham global. Pada perdagangan yang berakhir dini hari tadi, Wall Street terjerembap dengan penurunan lebih dari 1% pada indeks utama.

Kontraksi manufaktur AS ini menyusul data manufaktur Zona Euro yang mencapai level terendah dalam hampir tujuh tahun.

“Rencana negosiasi dagang AS-China pekan depan menjadi kunci utama. Jika negosiasi berjalan baik, maka bisa terjadi pemulihan V-shaped pada data manufaktur dalam beberapa bulan ke depan,” kata Hirokazu Kabeya, chief global strategist Daiwa Securities kepada Reuters.

Kabeya mengatakan, saat ini investor perlu khawatir terhadap penurunan ekonomi AS. “Secara keseluruhan, kami melihat bahwa ekonomi AS masih relatif solid,” kata dia.

Sekadar informasi, nilai tukar dolar melemah tipis setelah mencapai level tertinggi sejak Mei 2017. Penurunan nilai tukar dolar AS ini menyebabkan mata uang Asia menguat terhadap the greenback pada hari ini.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *