Aksi Demo Anarkis di Medan Didalangi DPO Terorisme

MEDAN – Kerusuahn aksi unjukrasa ribuan mahasiswa di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, sore tadi, dituding telah ditunggangi oleh DPO kasus terorisme. Demikian dikatakan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, di halaman Makodim 0201/BS di Medan, Selasa (24/9/2019) malam.

Di mana DPO Kasus Terorisme Yang Ditangkap Saat Unjukrasa Mahasiswa di Medan Ternyata Anggota JADPolda Sumut Sesalkan Aksi Mahasiswa Berakhir Anarkis dan Rusak Fasilitas NegaraEmpat Anggota Polisi Diperiksa Terkait Rekaman Penganiayaan Massa Aksi Mahasiswa di Medan

Agus menyebut, orang yang menunggangi aksi tersebut adalah seorang buronan kasus teror berinisial RSL, warga Kota Medan. Namun Agus belum mau menyebut RSL terlibat aksi maupun jaringan teror yang mana.

“Iya kericuhan tadi ditunggangi oleh seorang yang masuk dalam DPO (daftar pencarian orang) pada kasus teror (terorisme). Inisialnya RSL, warga Medan,”sebut Agus.

Agus menyebutkan, pihaknya sudah menangkap RSL. RSL pun akan segera diserahkan kepada Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri.

Selain RSL, lanjut Agus, mereka juga mengamankan sebanyak 52 orang mahasiswa, yang patut diduga melakukan pengerusakan dan penganiayaan saat kericuhan itu.

“Total 53 orang yang kita amankan. 52 orang mahasiswa dan 1 orang DPO kasus teror tersebut,”tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang ada di Medan, mengelar aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara. Mereka berunjukrasa untuk menyampaikan asprasi mereka menolak revisi undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Demo yang awalnya berjalan damai itu, berubah menjadi kericuhan setelah massa aksi mahasiswa menolak berdialog dan melakukan penyerangan terhadap petugas keamanan yang berjaga di areal dalam gedung DPRD Sumatera Utara.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *