Analis: Kurs Rupiah Dibayangi Tekanan

JAKARTA – Awal pekan ini (12/8/2019) pagi ini kurs rupiah dibayangi tekanan. Apalagi, kurs rupiah sudah rally menguat tiga hari terakhir dan ditutup naik 0,13% ke Rp 14.194 per dollar AS, Jumat lalu (9/8).

Menurut Analis Monex Investindo Faisyal melihat ada peluang rupiah menguat karena bargain hunting berlanjut. Tetapi, Sabtu lalu, Presiden AS Donald Trump melarang perusahaan AS berbisnis dengan Huawei.

Sebelum ini kekhawatiran pelaku pasar soal perang dagang berkurang setelah China menegaskan tidak melakukan devaluasi yuan untuk membalas AS. Sentimen ini membuat rupiah menguat pekan lalu.

Dia memperkirakan rupiah berpotensi turun awal pekan ini dan bergerak di kisaran Rp 14.090-Rp 14.270 per dollar AS.

“Pasar mengkhawatirkan ketegangan antara AS dan China,” ujar dia.

Sementara, Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri melihat ada peluang penguatan rupiah karena data-data ekonomi yang dirilis pekan ini kemungkinan positif.

Sebelumnya, data perdagangan China yang baru dirilis ternyata lebih baik dari ekspektasi pasar.

Dia memprediksikan, rupiah bergerak dalam rentang Rp 14.180-Rp 14.278 per dollar AS, Senin ini.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *