Analis: IHSG Dihantui Sentimen Negatif

JAKARTA – Awal perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diliputi sentimen negatif. Meski masih ada potensi bagi IHSG melanjutkan penguatan, tapi kenaikannya akan terbatas.

Menurut Kepala Riset Reliance Sekuritas M. Lanjar Nafi menyebut, pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi defisit transaksi berjalan (CAD) kuartal II. Pekan lalu, pemerintah mengumumkan CAD melebar jadi 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Dia menjelaskan pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Data ini akan jadi patokan bagi bank sentral AS dalam menentukan arah bunga.

“Proyeksi saat ini, inflasi AS di Juli mencapai 0,3%, naik dari 0,1% di Juni. Sengketa perang dagang antara AS dan China juga masih jadi penggerak indeks,” katanya.

Di mana perang dagang kembali panas setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan belum ada kesepakatan damai dengan China. Trump juga melarang warga atau korporasi AS berbisnis dengan Huawei.

“Pernyataan Trump menjadi sentimen yang berpotensi membuat pasar negatif,” kata Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee.

Dia menegaskan krisis anggaran Italia juga menjadi sentimen negatif yang akan mempengaruhi pasar. IHSG hari ini akan konsolidasi cenderung melemah. IHSG akan bergerak antara rentang support 6.224-6.280 dan resistance berada di kisaran 6.319-6.353.

Dia menambahkan indikator teknikal menunjukkan IHSG bisa menguat tapi sudah masuk titik jenuh. Penguatan akan terbatas. IHSG diprediksi bergerak antara 6.254-6.343.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *