Kurs Dolar Loyo di Pasar Spot

JAKARTA – Pada akhir perdagangan 11 Juni 2019 kemarin kurs dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya dikarena investor mencerna data ekonomi terbaru Amerika Serikat (AS) yang tidak memuaskan.

Laporan menyebutkan indeks harga produsen yang disesuaikan secara musiman untuk permintaan akhir naik tipis 0,1% pada Mei, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Selasa (11/6/2019). Harga permintaan akhir naik 0,2% pada April dan 0,6% pada Maret, dilansir dari Antaranews.

Pada Mei kenaikan dalam harga permintaan akhir disebabkan oleh kenaikan 0,3% untuk indeks permintaan akhir jasa-jasa. Sebaliknya harga untuk permintaan akhir barang-barang turun 0,2%, menurut laporan itu.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,08% menjadi 96,6842 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1332 dari USD1,1315 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2722 dari USD1,2689 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,6959 dari USD0,6957.

Dolar AS dibeli 108,49 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,42 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9918 franc Swiss dari 0,9895 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3286 dolar Kanada dari 1,3270 dolar Kanada.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *