Tren Sewa Properti Kantor Oversupply

JAKARTA – Andy Kesuma Natanael, konsultan properti sekaligus pendiri Projek dan Proviz menilai saat ini tren penyewaan properti perkantoran mengalami oversupply karena banyaknya orang bekerja di coworking space.

Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Deputi Direktur Marketing PT Paramount Serpong tersebut, tren penyewaan properti menjamur karena gedung perkantoran banyak membutuhkan biaya.

“Sekarang banyak pekerjaan yang tidak harus dilakukan di dalam kantor, kecuali beberapa departemen saja seperti keuangan, HRD, itu pun ada sistem absensi dan monitor dari jauh, serta admin. Sedangkan perusahaan besar sekarang juga sudah punya gedung sendiri. Jadi masalah perkantoran ini akan menjadi masalah yang cukup pelik. Hanya perusahaan yang butuh gangsi saja yang membutuhkan perkantoran,” tuturnya.

Di saat yang sama pihak penyewa properti kantor harus berhadapan dengan biaya sewa, biaya pelayanan, serta sinking fund atau simpanan jangka panjang untuk keperluan mendesak. Biaya tersebut, dipengaruhi oleh lokasi, usia gedung, fasilitas gedung, akses terhadap transportasi, dan pengelolaan.

Ditambah dengan kondisi bisnis yang belum cukup memadai pasca Pemilu dan Lebaran, banyak pelaku usaha masih menahan diri dan wait and see sampai setidaknya akhir Juni. “Dengan pertimbangan itu pula, tentu tidak bijak bila menaikkan tarif sewa perkantoran dan gudang saat ini,” pungkas Andy.

Sebagai informasi, Dari hasil riset Savills Indonesia, sepanjang 2019, diprediksi pasokan ruang perkantoran baru di kawasan pusat bisnis Jakarta akan berkembang mencapai 600.000 meter persegi.

Jumlah tersebut memberikan kontribusi sekitar 45% dari perkiraan pasokan ruang perkantoran baru yang akan masuk hingga 2021. Perkantoran Grade A mendominasi pasokan hingga mencapai 47%. Posisi berikutnya Grade Premium 41% dan Grade B 12%.

“Laporannya yang waktu itu ngelapor ramai-ramai. Pelapornya sama kayak yang melaporkan Eggi Sudjana,” kata Yani.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *