Pendapatan Pudjiadi Prestige Terkikis Tsunami

JAKARTA – Pendapatan usaha PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUPD) tahun 2018 tertekan akibat bencana alam tsunami yang menerjang salah satu hotelnya di daerah Selat Sunda, yakni Hotel Marbella. Akibatnya, pendapatan perseroan turun sebesar 36,48% menjadi Rp 84,46 miliar year on year (yoy)

“Sebenarnya performa perusahaan bagus di awal tahun 2018, saat Desember hotel Marbella terkena tsunami sehingga penyerapan keuntungan tahun 2018 tidak maksimal,” jelas Toto Sasetyo Dwi Budi selaku Direktur Utama PUPD dalam kesempatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Karena bencana alam tersebut, laba perusahaan asosiasi ikut melesu sekitar 48% di angka Rp 1,84 miliar dari angka Rp 3,55% di periode yang sama tahun lalu. Lebih jauh, Toto menyebut selain adanya tsunami, penjualan apartemen di daerah Cikarang juga menurun sebesar Rp 76%.

Kendala lain yang dihadapi oleh PUPD adalah, harga bahan baku bangunan yang terus meningkat sehingga kerap membuat perencanaan meleset.

“Birokrasi perijinan juga sangat panjang dan biayanya tinggi. Ini termasuk proses perijinan di Pemda yang panjang. Selain itu daya beli masyarakat cukup menurun sehingga kebutuhan pokok lebih diutamakan daripada membeli properti,” lanjut Toto.

Pihaknya juga menjelaskan, tingginya harga tanah di kota-kota besar, membuat pihaknya makin sulit berekspansi. “Apalagi infrastruktur dan fasilitas juga kurang dipelihara, sehingga minta orang berlibur pun menurun, ini berefek juga pada menurunnya okupansi hotel,” pungkas Toto.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *