Properti di Jalur Transyogi Kian Diminati Investor

Digtara.com | JAKARTA – Perkembangan properti di koridor Cibubur-Jonggol (jalur alternatif Transyogi) semakin berkembang. Jika dulu kawasan ini hanya diminati para end user, kini investor juga sudah meliriknya.

Hal ini dirasakan oleh Harvest City, salah satu pengembang yang ada di Jalur Transyogi. Gencarnya pembangunan infrastruktur di Transyogi, memberi dampak positif terhadap perkembangan bisnis properti.

“Meski semakin padat, jalur Cibubur – Jonggol ini terus dilirik oleh banyak pengembang, karena permintaannya terus meningkat. Hal ini sangat dirasakan oleh proyek kami Harvest City,” kata Piter Simpony Deputy CEO Harvest City dalam keteraangan resminya, Sabtu (18/5).

Piter menjelaskan, Jalur Trasyogi menarik bagi investor karena harga tanah di kawasan ini masih jauh relatiff terjangkau dibandingkan wilayah lain di Jabodetabek. Sehingga kemungkinan untuk naik berkali lipat sangat besar. Sementara wilayah lainnya harga properti sudah mencapai harga maksimal atau stagnan.

“Harga tanah di koridor Transyogi saat ini, berkisar Rp2 juta – Rp10 juta. Tapi di kawasan penyangga ibukota lainnya sudah Rp15 juta – Rp30 juta. Saya perkirakan sekitar 5 – 10 tahun ke depan harga tanah di kawasan ini naik di atas Rp15 juta seiring dengan perkembangan infrastruktur dan fasilitas kotanya,” kata Piter.

Properti baik residensial, properti komersial, khususnya bisnis hypermart makanan cepat saji yang terus tumbuh bak cendawan di musim hujan di jalur Transyogi. Hal ini tak terlepas dari pertumbuhan penghuni di perumahan-perumahan di wilayah tersebut.

Piter mengatakan, saat ini para pengusaha ritel melihat Harvest City memiliki potensi cukup besar. Terbukti dengan masuk PT. Fast Food Indonesia yang membuka gerai Kentucky Fried Chicken (KFC) stan alone dan Narma Toserba. Selain itu, ada beberapa pengusaha ritel dan F & B juga sedang melirik lokasi di Harvest City untuk ekpansi outlet baru.

Piter optimis, dalam 3 – 5 tahun ke depan perumahan skala kota ini akan berkembang cepat karena memiliki land bank terbesar di koridor Transyogi, yaitu seluas 1.350 hektare. Selain itu juga didukung dengan tawaran produk yang beragam dimana menyediakan rumah mulai harga Rp 200 jutaan hingga Rp1 miliar.

“Saat ini kami sedang tawarkan produk-produk menarik yaitu hunian harga Rp 200 jutaan, dan menawarkan hunian kelas menengah, seperti klaster Sweet Alba yang lepas dengan harga mulai Rp 400 jutaan untuk tipe 40/90 hingga Rp 800 jutaan untuk rumah dua lantai tipe 69/120. Lalu ada klaster Rosaline yang dijual dengan harga Rp 400 jutaan dan klaster Rosemary yang dilepas dengan harga Rp500 jutaan,” ungkap Piter.

Untuk komersial, Harvest City menawarkan ruko Boulevard Orchid dengan harga Rp 500 jutaan. Ini properti komersial yang dibangun di prime area Harvest. Harga segitu sangat menarik murah kalau melihat spek dan lokasinya. Satu – dua tahun ke depan, harga properti komersial di sepanjang Boulevard ini akan naik signifikan dan memberikan keuntungan maksimal bagi konsumen.

Prospek properti di jalur transyogi juga akan semakin diperkuat dengaan adanya pembangunan infrastruktur Tol Cimanggis –Cibitung sepanjang 26,4 km dan jugaa LRT Cibubur.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *