Bekasi Jadi Daerah Paling Tidak Disukai

JAKARTA – Hasil Sentiment Survey Rumah123.com memperlihatkan bahwa Kota Bekasi merupakan wilayah yang paling tidak disukai oleh orang- orang Jakarta.

Survei itu dilakukan terhadap 3.007 responden dari 1 sampai 15 April 2019. Rinciannya, responden Jakarta paling tidak suka tinggal di Bekasi sebanyak 11,37%. Tak hanya orang Jakarta, responden dengan daerah favorit Bogor juga tidak suka tinggal di Bekasi.

Jumlah mereka sebanyak 6,18%. Diikuti oleh responden yang memiliki ketertarikan terhadap Bintaro dan tidak menyukai Bekasi sebanyak 4,42%. Lalu responden yang daerah favoritnya di Depok dan Tangerang tidak suka dengan Bekasi masing-masing 3,97% dan 3,64%.

“Jadi Bekasi yang paling kurang diminati. Tapi orang Bogor juga enggak mau tinggal di Jakarta. Mungkin karena di sana (Bogor) udaranya lebih baik, lebih banyak penghijauannya,” ucap Country General Manager Rumah123.com Maria Manik di kantornya, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Maria melanjutkan, mayoritas responden juga tetap memfavoritkan daerah yang menjadi domisilinya. Dari hasil survei, mereka yang berdomisili di Jakarta tetap menyukai Jakarta sebanyak 19,04%. Kemudian, orang Bandung yang tetap ingin tinggal di Bandung sebesar 7,13%.

Selanjutnya, responden yang berdomisili di Bekasi dan Surabaya yang tetap memfavoritkan kota mereka masing-masing berjumlah sama, yaitu 6,97%.

Berikutnya, orang yang tinggal di Tangerang juga masih ingin tinggal di Tangerang sebanyak 5,33%. Lalu, orang Bogor pun tetap memfavoritkan Bogor untuk ditinggali, yakni 4,96%.

Begitu pula yang berdomisili di Depok tetap ingin tinggal di Depok sebanyak 4,62%. “Yang menarik adalah orang yang tinggal di luar Jakarta ternyata tetap senang tinggal di daerahnya sendiri. Tapi, orang Jakarta masih mau pindah ke Bogor, Bandung, Bekasi, Tangerang, dan Depok, jadi masih mau keluar,” tutur Maria.

Menurut dia, kemauan orang yang berdomisli di Jakarta untuk pindah ke kota lain di sekitarnya karena mereka menyadari kemampuannya untuk memiliki rumah tidak mencukupi lagi, terutama menyangkut keuangan.

“Mungkin mereka sudah tahu kemampuan untuk membeli rumah atau tinggal di Jakarta kurang memungkinkan, dari segi lokasi, besaran propertinya, hingga harga. Tapi orang di luar Jakarta masih comfortable untuk tinggal di daerahnya sendiri,” katanya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *