Konjend Jepang Medan Bantu Dua Yayasan di Aceh

transbisnis.com | MEDAN – Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberikan dana hibah senilai sekitar Rp 1,8 miliyar, melalui program Grant Assistance Grassroots for Human Security Project untuk pendidikan yang ada di Indonesia.

Melalui konsulat Jenderal Jepang di Medan, Yayasan Ta’alimil Mubtadi Baktiya, Aceh Utara dan Yayasan Panti Asuhan Aneuk Nanggroe Pasee, Aceh Utara mendapat bantuan hibah dari negeri tirai bambu tersebut.

Penandatanganan kedua yayasan tersebut dengan Konsulat Jenderal Jepang, dilaksanakan di ruangan perpustakaan konsulat Jenderal Jepang di gedung CIMB Niaga Jl Diponegoro Medan, Rabu (13/3/2019).

Konjen Jepang Takeshii Ishaq mengucapkan selamat datang kepada hadirin sekalian pada acara Penandatanganan Kontrak Bantuan Hibah Grassroots antara Konsulat Jenderal Jepang di Medan dengan Yayasan Ta’alimil Mubtadi Baktiya dan Yayasan Panti Asuhan Aneuk Nanggroe Pasee. Pihaknya mengatakan bahwa Pemerintah Jepang telah sepakat untuk membiayai kedua proyek di Kabupaten Aceh Utara tersebut.

Ia merinci Proyek Pembangunan Gedung Sekolah MTs Ta’alimil Mubtadi di Desa Pucok Alue, Kecamatan Baktiya, dengan nilai bantuan sebesar Rp 998,691,118 dan Pembangunan Gedung Asrama Panti Aseuhan Aneuk Nanggroe Pasee di Desa Matang Lada, Kecamatan Seunuddon, dengan nilai bantuan sebesar Rp 816,815,544.

Ia menambahkan Kedua proyek tersebut telah melalui seleksi proposal yang cukup panjang, dan kedua yayasan juga sudah berusaha keras untuk memenuhi segala persyaratan teknis maupun administratif.

Ia berharap semoga dengan adanya program ini semakin banyak anak yang mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang berkualitas lebih tinggi dan Semoga
penandatanganan kontrak hibah ini dapat menjadikan hubungan persahabatan dan kerjasama antara Jepang dan Indonesia lebih erat lagi.

Sementara itu Mutazabudiin ketua yayasan Ta’alimil Mubtadi Baktiya dan Ismail selaku Ketua Yayasan Panti Asuhan Aneuk Nanggroe Pasee mengatakan mengetahui program tersebut dari internet.

Mereka juga mengatakan kondisi bangunan yayasan mereka sendiri sangat memprihatinkan, sementara itu mereka mengatakan tidak pernah sama sekali mendapat bantuan dari Pemerintah Aceh, “Sudah pernah kita ajukan tapi tidak ada tanggapan sampai sekarang” ujar kedua ketua yayasan ini.

Lanjut, mereka mengklaim kalau kondisi tempat belajar para siswa sangat memprihatinkan, “tempat belajar para santri sekarang ini sudah bocor, karena dibangun dari jerami, klau hujan langsung banjir” ujar Mutazabudiin.

Terpilih ya kedua yayasan tersebut mereka mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian dari pihak konsulat Jenderal Jepang Medan yang sudah membantu untuk pembangunan yayasan tersebut.

Sementara itu konsul muda masamu yamamori mengatakan Program bantuan Hibah Grassroots for Human Security Project merupakan salah satu skema bantuan ekonomi dari Pemerintah Jepang untuk yayasan, LSM, atau organisasi non-profit di Indonesia yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, lingkungan, kesehatan dll.

Sejak tahun 2000 telah dilaksanakan 72 proyek yang didanai bantuan Hibah Grassroots di wilayah yuridiksi Konsulat Jenderal Jepang di Medan Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()