Hendra SH Ajak Masyarakat Dukung Rencana Pembangunan Tol di Kota Medan

transbisnis.com | MEDAN – Caleg DPRD Propinsi Sumatera Utara dari Partai NasDem, Hendra SH mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah itu agar mendukung rencana pembangunan tol dalam kota yang mengikuti aliran Sungai Deli. Menurut dia, jika terealisasi, maka hal itu bisa jadi landmark baru di Medan.

“Selain itu, diharapkan tentu bisa mengurai kemacetan yang kerap kali terjadi di beberapa titik di Kota Medan. Khusus untuk warga, mari sama-sama kita dukung dan kawal pembangunannya,” ucapnya.

Caleg NasDem dengan nomor urut 10 dari Dapil Sumut 1 ini mengatakan, sebenarnya kehadiran tol dalam kota ini sudah lama diharapkan, karena persoalan macet sudah menjadi keluhan warga, hampir 15 tahun. “Artinya, kalau sudah terbangun 15 tahun lalu, pasti lah di inti kota tak macet. Tapi begitupun, kita bersyukur karena pemangku kepentingan telah menandatangani kesepakatan bersama pembangunan tol (dalam kota) ini,” papar Hendra.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kota Medan, Ibukota Provinsi Sumatera Utara bakal memiliki jalan tol dalam kota. Tol dalam kota itu memiliki panjang 30,97 km dan murni merupakan investasi swasta.

Rencana pembangunanya akan dimulai pada Juni 2019 dan ditargetkan rampung dalam dua tahun sejak dimulainya pengerjaannya Juni nanti, yakni Juni 2021. Total nilai investasi sekitar Rp 7 triliun.

Adapun tol dalam kota sepanjang 30,97 km itu, terdiri dari 3 seksi. Seksi I Helvetia – Titi Kuning sepanjang 14,28 km, Seksi II Titi Kuning – Pulo Brayan sepanjang 12,84 km dan Seksi III Titi Kuning – Amplas sepanjang 4,25 km.

Hendra menambahkan, ia mengajak warga untuk mendukung pembangunan itu, misalnya terkait pembebasan lahan, terutama warga yang berada di pinggiran sungai. Pemko Medan, kata dia, juga mesti memikirkan solusi terbaik terkait relokasi mereka. “Kita berharap, tidak ada masalah soal pembebasan lahan ini,” imbuhnya.

Ia juga mengapresiasi rencana jalur khusus sepeda motor di tol tersebut. Apalagi, juga ada prasarana lainnya seperti jembatan layang (fly over). “Mudah-mudahan tidak saja menjadi solusi kemacetan, tetapi juga menjadi turbin penggerak ekonomi di kota ini,” pungkasnya. (jo)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *