Rupiah Perkasa Bertengger di Rp14.084 Per Dollar AS

transbisnis.com | JAKARTA – Mata uang rupiah unjuk gigi di tahun pemilu. Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 1,30% ke level Rp 14.084 per dollar Amerika Serikat (AS) pada Senin (7/1) pukul 8.42 WIB.

Penguatan rupiah ini terjadi setelah kenaikan 1,02% pada Jumat pekan lalu. Ekonom Maybank Myrdal Gunarto mengatakan, penguatan rupiah didorong oleh foreign money inflow seiring dengan aksi investor global yang kembali masuk ke pasar keuangan negara berkembang yang menawarkan imbal hasil menarik serta valuasi bagus dengan latar belakang ekonomi yang cukup stabil dan solid.

“Apalagi dalam beberapa hari terakhir, hasil rilis data ekonomi global mengecewakan dan imbal hasil obligasi Amerika Serikar semakin turun karena ekspektasi kenaikan bunga The Fed yang lebih longgar karena komentar terakhir dari gubernur The Fed yang dovish,” ujarnya seperti dilansir Kontan.

Tak hanya itu, Myrdal mengungkapkan alasan penguatan rupiah juga didukung oleh minat investor lelang SUN yang mencapai lebih dari Rp 55 triliun pekan lalu.

Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra melihat penguatan rupiah utamanya akibat adanya inflow ke Indonesia yang terlihat dari penguatan bursa saham Indonesia.

“Di sisi lain, rilis data aktivitas manufaktur Amerika Serikat sebesar 54,1 jauh turun dari sebelumnya 59,3. Hal ini menunjukkan potensi melambatnya ekonomi Amerika yang memberikan tekanan bagi dollar,” ujar Putu.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()