Disuruh Kirim Sabu 14,5 Kg, Zulkifli Siap-siap Dihukum Mati

TransBisnis.Com – Medan | Terdakwa Zulkifli Bin Ismail alias Joel (36) yang mengirimkan 14,5 kilogram sabu-sabu dan 70.905 butir pil ekstasi dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sarjani Sianturi, di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Terdakwa dinilai telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” kata JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Dominggus Silaban.

Sarjani juga meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual-beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya lebih dari 5 gram.

“Meminta agar majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana mati,” ucapnya.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim menunda persidangan. Sidang selanjutnya akan digelar pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa.

Untuk diketahui, perkara ini berawal pada Sabtu (24/2) sekitar pukul 17.00 WIB saat Zulkifli ditelepon Amrizal. Dia diperintahkan untuk merental mobil untuk membawa sabu-sabu dan ekstasi ke Medan dengan upah Rp 40 juta.

Zulkifli juga disuruh mengajak Dedi bertemu Amrizal di Pasar Panton, Aceh Utara. Dalam pertemuan itu Zulkifli menerima Rp 1,3 juta, sedangkan Dedi diberi Rp 200.000. Kemudian Amrizal memerintahkan keduanya mengambil mobil rental Toyota Avanza putih dengan nomor polisi B 2139 SZK di Lhokseumawe. Mobil itu disewa Rp 900 ribu untuk tiga hari.

Setelah membawa mobil, Zulkifli dan Dedi kembali ke Pasar Ponton. Amrizal kemudian memberi mereka Rp 1,5 juta sebagai ongkos operasional membawa sabu-sabu dan ekstasi ke Medan.

Amrizal kemudian menyuruh Zulkifli dan Dedi menemui seseorang di Tualang Cut, Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Di sana mereka bertemu Basri yang mengatur penyerahan sabu-sabu dan ekstasi.

Setelah menerima narkotika itu, Zulkifli dan Dedi bergerak ke Medan. Setelah sampai, mereka menghubungi Amrizal. Dedi kemudian disuruh menyerahkan kunci mobil kepada Amiruddin.

Tak lama setelah penyerahan itu, Zulkifli dan Dedi ditangkap petugas kepolisian. Pada saat bersamaan, Amiruddin juga diringkus dengan barang bukti 2 tas ransel hitam berisi 14 bungkus narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto 14.552,4 gram dan 70.905 butir pil ekstasi atau berat bruto 20.099 gram.

Setelah penangkapan itu dikembangkan, Amrizal disergap. Dia ditembak dan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Zulkifli yang merupakan warga Dusun Tgk Tanjong, Desa Matang Drien, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, ditangkap petugas kepolisian di Jalan Asrama, depan pool Bus Simpati Star, Medan, pada Minggu (25/2) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dirinya ditangkap bersama Dedi Saputra Marpaung Bin Sobari (berkas terpisah). Selain keduanya, petugas juga meringkus Amiruddin alias Amir alias Edoi (berkas terpisah), serta Amrizal alias Amri yang kemudian meninggal dunia.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()