Seorang Bayi Asal Kisaran Lahir dengan Usus di Luar Tubuh

TransBisnis.Com – Medan | Memilukan ada seorang bayi perempuan yang berasal dari Kabupaten Asahan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik. Pasalnya, bayi tersebut terlahir dengan kondisi memprihatinkan, usus di luar tubuh.

Berdasarkan informasi, sebelum dirujuk ke RSUP Adam Malik, bayi perempuan tersebut telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Abdul Manan Simatupang, Kisaran.

Kasubag Humas RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, membenarkan pihaknya kini tengah merawat bayi malang tersebut. Rosa mengatakan, bayi itu berinisial AASR, berusia dua hari dan dirawat di RSUP Adam Malik.

“Bayi tersebut tidak lahir di rumah sakit ini. Data yang kami terima, bayi lahir dengan berat badan 4 Kilogram, dengan kondisi usus berada di luar. Tapi keadaan umumnya cukup stabil,” katanya, Jumat (2/11).

Rosa menjelaskan, bayi tersebut saat ini dirawat di Ruangan Feto Maternal-Neonatologi dan ditangani oleh dokter spesialis bedah anak.

“Bayi dalam keadaan diinfus, serta bagian usus yang berada di luar sudah dibungkus dengan bahan khusus,” jelasnya.

Ayah sang bayi, Nurul Azmi Ritonga (25) mengaku, usai menikah awal 2018, ia dan istrinya berangkat ke Palembang untuk bekerja di salah satu pabrik. Tidak lama berumah tangga, istrinya Syahyanti Solin (25) mengandung anak pertama mereka.

“Selama mengandung, mereka memeriksa kandungan di bidan dan tidak ada keluhan. Usia kandungan memasuki 3 sampai 4 bulan, gerak sang bayi aktif,” ucapnya.

Azmi mengungkapkan, selama mengandung istrinya juga kerap mengonsumsi makanan yang sehat sesuai anjuran dari bidan, dan selalu mengikuti perkembangan kandungan sang istri.

“Namun pada Agustus, saya dan istri kembali ke Kisaran, guna menanti kelahiran sang anak,” ujarnya.

Azmi menceritakan, sebelum melahirkan, istrinya ada dua kali memeriksa kandungan ke RS swasta yang berbeda di Kisaran. Oleh pihak rumah sakit, disebutkan jika janin yang dikandung ada kelainan di bagian ususnya.

“Tapi kami tidak percaya ada kelainan, karena gerak si bayi aktif terus. Lalu kami pun memeriksakan kondisi kandungan ke rumah sakit swasta lainnya pada bulan September, dan berdasarkan hasil USG disebutkan tidak ada kelainan. Sehingga kami pun lega,” terangnya.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()