Rupiah Terlempar Lewati Rp15.300 Per Dolar AS

TransBisnis.Com – Medan – Aksi jual massal investor saham di berbagai bursa saham menyebabkan seluruh Bursa saham Global hari ini kompak melemah.

Menurut pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin mengatakan pelemahan terdalam berada pada Shenzhen Stock Exchange yang mana pelemahan terjadi sebesar 6,446% disusul oleh pelemahan Taiwan Stock Exchange yang melemah 6,313%, Shanghai melemah 5,223%, Korea melemah 4,44%, Dow Jones melemah 3,14% dan Nasdaq melemah 4%.

BACA : Lagi, Rupiah Melorot ke Level Rp15.268 Per dollar AS

“Pelemahan ini terjadi oleh adanya sentimen negatif Trump yang mengomentari kebijakan kenaikan suku bunga yang telah dilakukan The Fed sebelumnya,” katanya.

Dia menjelaskan kenaikan suku bunga yang terus menerus terjadi di AS dirasa bertolak belakang dengan keinginan Trump. Dimana Trump beranggapan bahwa kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed justru dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi yang sedang tumbuh saat ini. kenaikan suku bunga The Fed meningkatkan investasi Obligasi bertenor 10 tahun AS menjadi sasaran empuk untuk berinvestasi aman dalam jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

BACA : Kurs Rupiah Bisa Bertandang ke Rp15.500 Per Dollar AS

“Sejalan dengan kritikan yang dilontarkan Trump, saya menilai The Fed tidak perlu membuang amunisi dengan menaikkan suku bunga The Fed secara bombardier di tengah penguatan pertumbuhan ekonomi AS yang sedang menggeliat. The FED harus juga mempertimbangkan kondisi ekonomi di negara berkembang. Khususnya yang terpapar dampak negatif dari kebijakan kenaikan suku bunga acuan The FED,” tegasnya.

Namun, pelemahan IHSG hari ini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan pelemahan yang terjadi di Bursa Global lainnya. Investor dalam negeri berhasil menopang pelemahan saham yang cukup tajam saat pembukaan perdagangan. IHSG tercatat melemah 117 poin atau turun 2% di level 5.702. level tertinggi IHGS berada di level 5.746 dan level terendah berada di level 5.669.

“Disisi lain, investor saham dalam negeri tampaknya sudah belajar dari krisis tahun 2008 dimana adanya subprime mortgage membuat sejumlah investor asing melakukan aksi jual massal pada hampir seluruh bursa saham termasuk Indonesia. Kepanikan semacam ini membuat pasar saham mengalami kejatuhan yang signifikan. Padahal gejolak krisis tersebut diperankan oleh AS. namun tetap saja pasar modal di Indonesia terkena dampaknya,” terangnya.

Di mana, pelemahan Rupiah masih terus berlangsung dan Rupiah semakin terpuruk melewati Rp15.300 per dolar AS. Menjelang penutupan perdagangan sore Rupiah diperdagangkan dikisaran Rp15.305 per US Dolar. Tak hanya Rupiah yang mengalami pelemahan saat ini, beberapa mata uang lainya juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS yakni dolar (Taiwan), Yen (Jepang) dan Yuan (China). Berbeda dari IHSG pelemahan Rupiah saat ini justru merupakan pelemahan yang terdalam dibandingkan dengan mata uang lainnya.

“Bank Indonesia saat ini harus berupaya kuat menjaga nilai tukar Rupiah karna pelemahan Rupiah saat ini sangat jauh dari fundamentalnya. Apalagi saat ini dolar AS semakin menguat tajam,” tambahnya.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()