Ribuan Warga Medan Antusias Kunjungi Perayaan Tiong Ciu

TransBisnis.Com – Medan | Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kecamatan Medan Petisah, belum lama ini merayakan Tiong Ciu (Festival Kue Bulan) di jalan Iskandar Muda Baru, Medan. Ribuan warga tampak antusias mengerumuni lokasi acara.

Ketua PSMTI Kota Medan Djono Ngatimin didampingi Ketua PSMTI Kecamatan Medan Petisah Lie Alie mengatakan, paguyubannya telah memprogramkan pelaksanaan perayaan berbagai tradisi Tionghoa seperti Tiong Ciu, Bakcang, Imlek, Cap Go Meh dan lainnya. Sebab, hal itu kata dia merupakan amanat dari AD dan ART PSMTI.

“Sebagai wadah ormas Tionghoa yang berdiri sejak 1998 silam, kami bertekad melestarikan tradisi dan berbagai kesenian Tionghoa sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” ucap Djono.

Perayaan Tiong Ciu itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat seperti Eddy Djuandi (Ketua Dewan Penasehat PSMTI Sumut), Solihin Chandra (Wakil Ketua PSMTI Sumut), Halim Loe (Dewan Penasehat PSMTI Medan), Hasyim SE (Ketua Dewan Kehormatan PSMTI Medan), Ketua PSMTI Tegal Sari Ng Tjong Bun, Ketua PSMTI Medan Polonia Ci Ayung (Ayung), pengurus Gold Dragon Community dan perkumpulan Kita Sahabat Hasyim (KsH).

Perayaan kue bulan ang bekerjasama dengan Toko Delima itu dimeriahkan dengan pelepasan ratusan lampion, pembagian 3.000 kue bulan kepada masyarakat dan lucky draw. “Kami berterima kasih kepada PSMTI Petisah yang menjadi tuan rumah acara ini dan telah membuat acara dengan baik dan meriah,” ucap Djono.

Di tempat yang sama, Dewan Kehormatan PSMTI Medan, Hasyim SE mengapresiasi PSMTI Medan Petisah atas penyelenggaraan kegiatan itu. Menurut dia, langkah mereka merupakan pelestarian budaya Tionghoa dalam rangka memperkaya khazanah budaya bangsa.

“Bangsa kita ini adalah bangsa besar, multikultural banyak suku, budaya, agama, ragam bahasa. Ini kekayaan kita sesungguhnya yang tidak dimiliki bangsa lain. Tapi keberagaman yang terbentang dari Sabang sampai Merauke itu disatukan oleh Pancasila sebagai dasar kehidupan bernegara,” ucap Hasyim.

Artinya, beribu suku, budaya, dan bahasa, semua kita ke sampingkan jika berbicara tentang Indonesia. Inilah makna yang disampaikan Bung Karno, satu untuk semua, semua untuk satu dan semua untuk semua,” terang Hasyim.[jo]

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *