Bursa di Asia Cenderung Melemah

TransBisnis.Com – Jakarta | Pasar mengamati dampak keputusan China membatalkan pertemuan dengan Amerika Serikat (AS) untuk membicarakan tarif perdagangan berdampak kepada bursa di Asia cenderung melemah pada perdagangan Senin pagi (24/9).

Di mana MSCI Asia Pasifik di luar Jepang pada pagi ini terkoreksi 0,3%. Sementara bursa Australia turun 0,25%.

Selain itu, perdagangan lebih banyak dilakukan di pasar forex karena bursa Jepang, China, dan Korea Selatan hari ini libur.

Pasar masih menghkawatirkan rencana China membalas penerapan tarif tinggi atas US$ 60 miliar produk AS yang masuk. Ini merupakan pembalasan dari pengenaan bea tinggi oleh AS atas US$ 200 miliar produk impor dari China mulai Senin ini.

Namun, menurut Wall Street Journal, China telah membatalkan pertemuan dengan AS untuk pekan ini terkait pengenaan tarif dagang tersebut.

Pagi ini, Indeks Dollar berada di kisaran 94,23, menunjukkan The Greenback mencoba rebound terhadap mata uang utama dunia, setelah berada di level 94,22 pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, harga minyak mentah semakin mendekati level US$ 80 per barel, dipicu kekhawatiran akan penurunan cadangan minyak AS, penerapan sanksi Iran, serta negara OPEC dan aliansinya yang menunjukkan keengganan menaikkan produksi.[kontan]

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *