KLA Project Puaskan Kerinduan Penggemarnya di Medan

Medan – KLA Project, grup musik papan atas era 90-an, tampil memukau para penggemarnya dalam konser ERA KLASIK bertempat di Ballroom Santika Premiere Dyandra Hotel Medan, Jum’at (14/9) malam.

Masih digawangi tiga pentolannya Katon Bagaskara (lead vocal), Lilo (basis) dan Adi Adrian (keyboardis), KLA Project membuktikan dirinya masih mampu mencuri perhatian para penggemar musik tanah air, khususnya barisan penggemar setianya yang dijuluki KLAnis, di tengah serbuan musisi muda dan grup-grup musik baru yang ada di tanah air.

Kapasitas tempat duduk yang tersedia dalam konser ERA KLASIK terisi nyaris penuh dan 15 lagu yang disajikan dalam kesempatan tersebut mendapatkan respon dan applaus meriah dari penonton.

Konser ERA Klasik KLA Project yang dipromotori oleh NorthCliff Media Event ini menjadi ajang reuni para KLAnis dengan lagu-lagu KLA Project yang pernah merajai tangga lagu Indonesia di era awal hingga akhir 90-an. Para penonton yang didominasi oleh usia 40-an ke atas, dihentak pada awal penampilan mereka di panggung dengan tembang nge-beat berjudul Hey yang diambil dari album ketiga mereka yang bertajuk Pasir Putih.

Berturut-turut kemudian Menjemput Impian, Gerimis, Waktu Tersisa, Melayang, Terpurukku di Sini, Terkenang, Meski Tlah Jauh, Lagu Baru, Tak Bisa ke Lain Hati dan Yogyakarta. Katon tampil atraktif dan komunikatif dengan mengajak para penonton untuk berdiri dan bertepuk tangan serta menyanyi bersama.

Pada beberapa lagu, KLA Project juga berkolaborasi menyandingkan lagu mereka dengan musik dan tarian etnis Dayak, Batak dan Sunda, sehingga memberi nuansa kebaruan yang kental dengan unsur tradisional. Juga ditampilkan solo saxophone apik oleh salah seorang musisi Medan.

Lilo juga tampil sebagai vokalis pada salah satu lagu. Seperti umumnya trik panggung dalam konser serupa, seusai melantunkan tembang Yogyakarta yang pernah meraih 3 penghargaan BASF Awards 1991 serta dinobatkan sebagai 150 lagu Indonesia terbaik sepanjang masa oleh Majalah Rolling Stones, Katon memberikan isyarat bahwa tembang itu adalah penutup dari konser mereka. Namun trik tersebut telah terbaca oleh penonton sehingga tak seorangpun yang meninggalkan kursi mereka.

Tampil kembali dari belakang panggung, Katon langsung melantunkan Tentang Kita yang berirama cepat dan meminta para penonton untuk mendekat ke panggung. Tentu saja ajakan ini tak disia-siakan para penonton yang umumnya kalangan perempuan 40-an, yang seketika memenuhi bibir panggung, sehingga harus diamankan dengan pagar betis oleh para petugas keamanan agar tak sampai naik ke atas panggung. Katon terus menaikkan suhu kerinduan para KLAnis dengan mengusung Semoga, Romansa dan ditutup dengan lagu pamungkas yang manis, Belahan Jiwa.

Konser yang berlangsung selama dua jam itu disaksikan pula oleh Pangdam I BB, Wali Kota Medan beserta sejumlah pejabat dan tokoh penting Sumut lainnya. Tampilan personil KLA Project yang tak jauh berubah dari masa keemasan mereka, kecuali tampilan fisik Lilo dan Adi yang lebih berisi, didukung tata cahaya dan ilustrasi performance video pada screen panggung yang memukau.

Di usia yang tak lagi muda, penampilan Katon Bagaskara masih menjadi magnet utama grup band ini. Masih terlihat awet muda, bugar dan ganteng, juga didukung dengan postur tubuh yang tak berubah sedikitpun.

Perjalanan karir KLA Project yang dirintis sejak tahun 1988, telah memasuki masa 30 tahun di 2018 ini, yang akan ditandai dengan konser puncak di Jakarta pada Oktober mendatang.

Konser KLA Project di Medan ini merupakan salah satu dari rangkaian konser pemanasan yang merekagelar di beberapa tempat.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()