Rupiah Menanjak ke Level Rp14.785 Per Dollar AS

Berita Jakarta – Kurs rupiah Kamis (13/9/2018) terhadap dollar Amerika Serikat mengalami penguatan di awal perdagangan pagi ini. Melansir Bloomberg pukul 09.40 WIB, rupiah menguat 0,32% ke level Rp 14.785 per dollar AS.

Dalam pembukaan perdagangan valas antarbank yang tercatat di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pun menunjukkan data senada. Kurs tengah Bank Indonesia ini mencatat rupiah diperdagangkan Rp 14.794 per dollar AS, berbanding kemarin di 14.863.

Menanggapi hal tersebut, Analis Monex Investindo Futures, Faisyal menyampaikan, penguatan rupiah disokong oleh melemahnya data inflasi sektor produsen AS atau producer price index (PPI) di bulan Agustus turun 0,1%. Padahal, para pelaku pasar memproyeksikan PPI AS tumbuh 0,2%. Hasil ini membuat indeks dollar AS mengalami koreksi pada perdagangan kemarin.

“Pelemahan ini memicu penurunan ekspektasi para pelaku pasar terhadap sikap agresif The Fed dalam menaikan suku bunga acuan AS di masa mendatang,” ungkapnya.

Sementara dari dalam negeri, belum ada sentimen yang benar-benar mempengaruhi rupiah untuk saat ini.

Faisyal memperkirakan, rupiah masih berpotensi menguat hingga penutupan hari ini. Namun, potensi penguatan tersebut lebih terbatas karena para pelaku pasar masih menantikan data inflasi sektor konsumer AS atau Consumer Price Index (CPI) yang dirilis nanti malam.

Selain itu, para pelaku pasar juga akan mengantisipasi hasil rapat European Central Bank dan Bank of England. “Kedua bank sentral tersebut diprediksi tidak akan mengubah kebijakan moneter dalam waktu dekat,” ujar dia.

Menurut perhitungan Faisyal, rupiah berpeluang melanjutkan penguatannya hingga penutupan nanti di kisaran Rp 14.730—Rp 14.850 per dollar AS.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *