IHSG dan Rupiah Alami Penguatan

Berita Medan – Tekanan pasar keuangan pada perdagangan hari ini mulai mereda setelah pemberitaan negosiasi China dan AS memberikan harapan bagi investor perang dagang AS dan China mereda. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin dalam siaran persnya hari ini.

“Pada perdagangan kemarin pasar keuangan dilanda pelemahan yang cukup signifikan akibat krisis ekonomi yang menyerang beberapa negara seperti Turki dan Argentina ditambah lagi perang dagang China dan As yang kembali memanas,” katanya.

Dia menjelaskan perdagangan saham di bursa Asia hari ini kembali cerah dimana rilis data ekonomi di beberapa negara di Asia mulai membaik. Indeks Hangseng menguat cukup kuat sebesar 2,5%, shanghai menguat 1,14%, Nikkei menguat 0,9%, dan Thailand Stock Exchange menguat 2%.

“IHSG perdagangan hari ini berada di teritori positif dengan penguatan 60 Basis poin atau menguat 1% di level 5.858 level tertinggi IHSG berada di level 5.865 dan terendah berada di level 5.834 nilai transaksi saham hari ini memang tergolong lebih sedikit dari biasanya yakni sebesar Rp. Triliun namun demikian hal ini menyebabkan IHSG dapat cepat terangkat dan sempat menguat di level 5.865,” ungkapnya.

Dia menegaskan dari dalam negeri, pemerintah saat ini masih berupaya menjalin kerjasama dengan sejumlah negara untuk terus menopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Saat ini, kerjasama Indonesia–China dan Indonesia-Korea Selatan terus diupayakan memberikan peluang dan keuntungan yang besar bagi kedua pihak.

Disamping itu, tak hanya IHSG yang mengalami penguatan, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS hari ini juga kembali menguat. Dimana Rupiah berada di kisaran Rp. 14.787. Diharapkan penguatan Rupiah terhadap dolar AS ini terus berlanjut dan kembali stabil.

“Disisi lain guna menanggulangi defisit APBN 2018, pemerintah akan kembali menerbitkan Surat Utang Negara (SUN). Target pemerintah dalam memenuhi defisit APBN 2018 ini masih cukup besar dimana pemerintah minimalnya harus mencari dana Rp150 Triliun untuk menutupi defisit hingga 31 Agustus 2018,” paparnya.

Dia menambahkan pergelaran SUN di Indonesia masih sangat diminati baik investor lokal maupun luar negeri. Hal ini menandakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih tergolong aman sehingga diminati oleh kalangan investor.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()