Yayasan Sad Putra Persada Gelar Sembahyang Pho To

TransBisnis.Com – Belum lama ini, Yayasan Sad Putra Persada (YSPP) menggelar sembahyang Pho To (sembahyang arwah) sebagai upaya mempertahankan tradisi leluhur secara turun temurun. Tahun ini, sembahyang dipim­pin Locu, Hardy Hasan di gedung YSPP Ja­lan Pancur Batu No 4 Medan.

Sembahyang Pho To diawali dengan sembahyang leluhur enam mar­­ga dengan tujuan para leluhur tetap bahagia diakhirat. Sembahyang dihadiri Ketua Umum YSPP Tongariodjo Angkasa Ginting SE,MBA,MM,MSc, Ketua Harian YSPP Usman Anwar, Wakil Ketua Harian Ang Tjo dan puluhan pengurus dan anggota YSPP.

Ketua Locu, Hardy Hasan mengatakan, sem­bahyang Pho To yang dipercaya dila­sanakan setahun sekali dibulan 7 tanggal 15 penanggalan lunar ini untuk meng­­hormati atau mengenang arwah le­lu­hurnya. Di mana sembahyang Pho To dila­kukan untuk mengirim doa kepada leluhur yang arwahnya tidak punya ke­luarga.

“Kami dari anggota enam marga yakni, marga Ang (Hong), Jiang, Weng, Fang, Wang dan Khong berdoa untuk agar arwah mereka berbahagia di akhirat. Menurut kepercayaan bahwa bulan ketujuh pintu neraka telah terbuka, maka bulan ini disebut sebagai bulan hantu berkeliaran,” katanya.

Sebagai bentuk penghormatan, lanjutnya, pada saat sembahyang maka memberikan beberapa persembahan makanan, bakar hio, bakar kertas dan lainnya yang digunakan sebagai simbol berbakti. Semua sesajian diletakkan di atas meja yang dimaksudkan untuk menjamu para leluhur.

“Sembahyang ini rutin dilakukan setiap tahunnya. Sebab ini adalah bagian dari budaya Tionghoa yang merupakan warisan leluhur yang harus dijalankan dan dilestarikan,” tandasnya

Humas YSPP, Ang Ting Cie me­nam­­­bahkan, setiap acara apapun, ya­­yasan selalu mendahulukan de­ngan sembahyang leluhur. Selain itu meru­­­pakan upaya untuk tetap menun­­jukkan bakti kepada leluhur yang telah me­ninggal tetapi juga memperkokoh persatuan dalam keluarga dan yang segaris keturunan.

Pihaknya, lanjutnya, tidak hanya berdoa untuk keturunan enam marga saja. Namun juga meminta dan berdoa agar negara Indonesia selalu dalam kondisi aman, tentram, terhindar dari bencana, rakyat dapat hidup makmur, rukun dan saling bertoleransi satu dengan lainnya.

“Setiap kegiatan yang kami adakan merupakan momen yang digunakan untuk bertemu antar saudara dan mempererat tali persaudaraan. Dan kegiatan selalu diakhiri dengan makan siang bersama,” tandasnya.(akbar)

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()