KPK Periksa Tamin Sukardi dan Ketua PN Medan Terkait Kasus Suap

TransBisnis.Com|Berita Medan – Ternyata dari 9 orang yang diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Selasa (28/8/2018),(ternyata di antaranya ada Ketua Pengadilan Negeri Medan, Marsudin Nainggolan. Bersama pengusaha Tamin Sukardi yang juga ikut diperiksa, keduanya lebih dulu selesai diperiksa.

Tamin lebih dulu beberapa menit dari Marsudin. Sekitar pukul 17.50 wib mereka keluar dari lobi utama gedung Kejatisu yang berada di bagian depan untuk kemudian memasuki mobil.

Selain Marsudin dan Tamin, ikut menyusul keluar dua lainnya yang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Diduga masing-masing mereka adalah panitera Elfandi serta pihak swasta yang ikut tertangkap pada saat OTT di Pengadilan Negeri Medan.

Tidak ada sepatah kata pun yang mereka ucapkan kendati wartawan berusaha bertanya. Dengan cepat masing-masing memasuki mobil dan berlalu. Belum diketahui kemana mereka dibawa oleh penyidik KPK. Dengan keluarnya keempat orang tersebut, masih terdapat 5 lainnya yang masih diperiksa.

Seperti diketahui, padi tadi KPK melakukan operasi tangkap tangan di PN Medan. Bersama 8 orang yang ditangkap, ditemukan uang dolar Singapura. Di antara yang ditangkap terdapat Wakil Ketua PN Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo.

Kendati diperiksa di Kejatisu, Kasi Penkum Sumanggar Siagian enggan menjelaskan keterkaitannya dengan kasus apa OTT tersebut dilakukan. “Biar penyidik KPK yang menjelaskan mereka diperiksa untuk kasus yang mana,” tegas Sumanggar.

Dibawa oleh dua penyidik dengan menggunakan mobil Toyota Avanza. Tamin yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru berusaha menyembunyikan wajahnya dengan menggunakan masker pelindung mulut. Secara perlahan dia berjalan sambil berusaha menghindar dari hadangan wartawan.

Tangan kanannya yang memegang botol air mineral diangkat ke arah wajah agar tidak terekam kamera para kuliah tinta.

Dia sempat hendak terjatuh ketika melewati meja petugas keamanan untuk memasuki ruang pemeriksaan. Namun berusaha tetap berdiri dengan bantuan penyidik KPK yang mengawalnya.

“Nggak… Nggak ada,” jawabnya kepada wartawan saat ditanya tentang jumlah uang yang diberikannya kepada hakim.

Sebagaimana diketahui beberapa jam lalu, penyidik KPK menangkap sejumlah pihak yang diduga sedang ‘bertransaksi’. Dari mereka penyidik mendapat uang dolar Singapura. Sebanyak delapan orang kemudian ditangkap. Di antaranya adalah pengusaha Tamin Sukardi yang baru saja diboyong ke Kejatisu.

Informasi yang dihimpun, diduga tertangkapnya oknum hakim dan panitera tersebut berkaitan dengan perkara korupsi dengan terdakwa Tamin Sukardi yang kemarin baru dijatuhi vonis. Ketiga hakim yakni

Wahyu Prasetyo Wibowo, Sontan Meraoke Sinaga, dan Merry Purba adalah majelis hakim yang menangani perkara Tamin Sukardi. Sedangkan Elpandi adalah panitera perkara tersebut.

Tamin Sukardi adalah terdakwa kasus korupsi penjualan tanah negara seluas 74 hektare kepada Mujianto. Perkara tersebut disidik Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung).

Atas perbuatan Tamin, negara telah mengalami kerugian sebesar Rp 132 miliar lebih. Dalam sidangnya sendiri, majelis pada Senin (27/8) sore telah menjatuhi hukuman selama 6 tahun penjara. Pemilik Simalem Resort tersebut juga dikenakan uang pengganti sebesar Rp 132 miliar lebih kepada negara.

Namun, majelis hakim tidak memerintahkan kepada Jaksa Penuntun Umum untuk menyita barang bukti lahan seluas 74 hektare kepada negara. Melainkan dikembalikan kepada Mujianto sebagai pembeli lahan namun dengan catatan Mujianto harus melunasi sisa pembayaran kepada Tamin sekitar Rp105 miliar lebih. Kemudian uang tersebut diserahkan kepada negara untuk disita.

Humas PN Medan, Erintuah Damanik membenarkan adanya kejadian OTT tersebut. Hanya saja, ia enggan memberikan keterangan secara detail terhadap hakim dan panitra yang diamankan tersebut.

“Pagi OTT-nya, sekitar pukul 08.30 WIB,” ujarnya kepada wartawan di PN Medan,

“Meja Sontan dan Merry sudah disegel (KPK). Mereka sudah dibawah ke Polda Sumut,” kata Erintuah sembari berlalu meninggal wartawan.

Ditanya tentang OTT KPK terkait vonis Tamin Sukardi, Erintuah enggan berspekulasi.[mbc]

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()