IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

TransBisnis.Com|Berita Medan – IHSG pada perdagangan hari ini kembali ditutup menguat 38 Poin atau naik sebesar 0.64% di level 6.027 Level tertinggi IHGS berada di level 6.027 dan level terendah IHSG berada di level 5.994. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi, Gumawan Benyamin kepada transbisnis.com hari ini.

Dia menjelaskan laporan keuangan emiten pada kuartal kedua memberikan dampak yang sangat positif bagi IHSG. Dimana pad perdaganagn hari ini, IHSG kembali berada diatas posisi 6.000. saat ini IHSG juga masih menguji level pertahanannya di level 6.000 saya menyakini, perlahan-lahan IHSG akan semakin menguat dan menembus level tertingginya diatas level 6.600san apabila kinerja emiten terus memberikan perbaikan dan kemajuan ditopang kondisi perekonomian baik dalam maupun luar negeri yang kondusif.

“IHSG pada perdagangan hari ini juga menguat ditopang oleh saham sektor pertambangan yang menguat sebesar 2,1%,” katanya.

Dia menegaskan penguatan saham sektor tambang ini dipengaruh oleh penghapusan kebijakan wajib memasok batubara untuk kebutuhan dalam negeri atau yang sering dikenal dengan domestic market obligation (DMO) hal ini tentunya akan memberikan keuntungan yang besar bagi emiten tambang batubara untuk bereksapansi lebih lagi dan meningkatkan ekspor batubaranya.

“Dengan adanya kebijakan ini, saham-saham pada sektor pertambanganpun ikut menguat, dimana saham INDY menguat 10%, HRUM menguat 12%, ANTM menguat 6%, ADRO menguat 6%,” paparnya.

Meskipun nantinya penganti kebijakan DMO ialah adanya pungutan pemerintah sebesar US$2-US$3 perton hal ini masih wajar karena pemerintah juga perlu mengantisipasi apabila adanya sesuatu hal yang menghambat cadangan batubara dari dalam negeri guna berjaga-jaga. Dan saya meyakini emiten juga tidak merasa banyak dirugikan dalam hal ini, karena pembatalan DMO itu dampaknya sanagt positif bagi emiten.

Di sisi lain nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS hari ini menguat tipis. Rupiah diperdagangkan dikisaran Rp.14.407 perdolar AS. dolar AS masih rentan melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Pelemahan dolar masih mungkin terjadi seiring dengan masih adanya kekhawatiran perang dagang AS dengan China.

“Dan besok kita juga melihat, apakah lelang Surat Utang Negara (SUN) akan berlangsung ramai atau justru sebaliknya,” tambahnya.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()