Isu Perang Dagang Tekan Pelemahan Rupiah

TransBisnis.Com|Berita Jakarta – Pada Kamis (19/7) Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berpotensi melemah di perdagangan hari ini. Mata uang Garuda terpapar sentimen negatif dari pelemahan mata uang yuan di tengah konflik perang dagang.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail menyampaikan, indeks dollar AS bergerak stabil di kisaran 95,0 – 95,5.

Di mana penguatan dollar AS yang ditopang oleh testimoni Jerome Powell yang bernada hawkish akan diimbangi oleh naiknya data inflasi zona Eropa bulan Juni sebesar 2% (year on year) atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 1,9% (yoy).

Penguatan dollar yang didorong oleh hawkish-nya testimony Powell di hadapan senat AS kemarin kemungkinan diimbangi oleh naiknya data inflasi Zona Eropa bulan Juni sebesar 2% (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1.9% (yoy).

Rupiah sendiri dinilai masih akan mengalami pelemahan seiring koreksi yang terjadi pada yuan akibat isu perang dagang antara AS dan China. “Naiknya imbal hasi US treasury pasca pernyataan Powell kemungkinan turut mendorong pelemahan rupiah lebih lanjut,” ujar Mikail dalam riset hari ini.

Ia memprediksi, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.400- Rp 14.470 per dollar AS pada perdagangan hari ini.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *