Perang Dagang Picu Pelemahan Rupiah

TransBisnis.Com|Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah kembali berlanjut. Kemarin, mata uang Garuda di pasar spot melemah 0,13% ke level Rp 14.385 per dollar Amerika Serikat (AS).

Serupa, valuasi rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia pun terdepresiasi 0,45% jadi Rp 14.391 per dollar AS. Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan, rupiah kembali tertekan lantaran perang dagang antara AS dan China memanas lagi.

Pemerintah AS lagi-lagi merilis daftar terbaru barang China yang akan dikenakan tarif tambahan, nilai impornya US$ 200 miliar. “Pasar bereaksi negatif terhadap keputusan Presiden Donald Trump,” kata Ahmad.

Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto menambahkan, dari dalam negeri juga belum ada sentimen yang signifikan menggerakan rupiah. Karena itu, ia memprediksi, mata uang Garuda dapat menyentuh Rp 14.400 dan bergerak dengan kisaran Rp 14.400-Rp 14.420 per dollar AS hari ini.

Sedang menurut hitungan Mikail, rupiah berpotensi menguat karena aliran dana asing kembali masuk ke pasar obligasi. Ia memperkirakan, mata uang Garuda bergerak di rentang Rp 14.300-Rp 14.350 per dollar AS.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()