Tahun Ini, Investasi Properti di Bandung Selatan Jadi Primadona

TransBisnis.Com – Sejak pengoperasian jalan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) pada akhir 2017 lalu mulai mendorong perekomian wilayah Bandung Selatan. Pasalnya,keberadaan jalan bebas hambatan sepanjang 10,6 kilometer (km) itu memangkas jarak tempuh wilayah selatan tersebut ke Kota Bandung.

Dengan adanya tol Soroja, perjalanan dari Kota Bandung menuju Soreang atau sebaliknya yang biasanya memakan waktu 1,5 jam diharapkan menjadi kurang lebih 12 menit saja.

Imbasnya, konektivitas dan mobilitas sektor-sektor ekonomi dari dan menuju Bandung Selatan semakin tinggi.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat Agung Suryamal memperkirakan kondisi tersebut akan mengerek perekonomian Bandung Selatan hingga 30%. “Saya perkirakan angka itu akan dicapai dalam empat-lima tahun ke depan,” katanya.

Sektor-sektor yang diperkirakan tumbuh antara lain tekstil, pariwisata, pertanian dan agroindustri. Agung bilang, industri tekstil Bandung Selatan akan semakin berkibar karena waktu tempuh pengiriman barang akan semakin efektif.

Begitu juga dengan sektor pariwisata, akan terus naik, tidak hanya berbasis wisata alam, melainkan juga wisata kreatif atau museum dengan tema tertentu.

“Bandung Selatan akan membantu perekonomian nasional dari pariwisata dan ekspor. Karena kita tahu, pemerintah pusat fokus pada dua hal itu untuk menstablikan perekonomian,” terang Agung.

Bandung Selatan menurut Agung, akan menjadi primadona investasi baru mengalahkan wilayah utara. Sebab lahan, di Bandung Utara sudah sangat terbatas dan ditambahnya dengan ada peraturan Koefisien Dasar Bangunan (KDB), serta isu-isu menyangkut lingkungan, tata ruang dan resapan air.

Salah satunya adalah primadona untuk berinvestasi properti. Bandung Selatan dinilai akan menjadi alternatif baru untuk hunian di tengah kondisi kemcetan di kota Bandung yang semakin meningkat.

Salah satu pengembang besar yang mulai mengincar Bandung Selatan adalah Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Perusahaan ini sedang bersiap meluncurkan proyek hunian bernuansa resor di Bandung Selatan.

Assistant Vice Presiden Strategic Residential Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya bilang, potensi Bandung Selatan sebagai kawasan pariwisata sangat mendukung konsep properti yang akan mereka luncurkan yakni hunian bernuansa resort.

“Kebutuhan hunian di Jawa Barat yang tinggi tidak akan bisa disediakan di kawasan Bandung Utara yang telah ditetapkan sebagai daerah konservasi. Artinya, penyediaan hunian hanya bisa dilakukan di kawasan Bandung Selatan,” kata Agung.

Selain fakta bahwa Bandung Selatan sebagai daerah pariwisata, alasan lain yang menarik minat APLN menanamkan investasi di wilayah tersebut adalah pembangunan infrastruktur jalan dan sarana transportasi yang masif, serta mendukung penyediaan hunian.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()