Kuartal I 2018 Pertumbuhan Ekonomi RI Tidak Lebih Baik

Kuartal I 2018 Pertumbuhan Ekonomi RI Tidak Lebih Baik

Trans Jakarta – Pertumbuhan ekonomi untuk kuartal I 2018 tidak lebih baik jika dibandingkan kuartal I tahun sebelumnya. Kondisi perekonomian Indonesia saat ini belum membaik. Demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian di Jakarta.

“Sehingga mungkin bakal tidak bisa lebih tinggi dari tahun lalu. Ya sudah bagus kalau sama,” katanya.

Dia menjelaskan, hal itu bisa dilihat dari dua indikator. Indikator pertama adalah dari sektor pertanian, di mana panen raya akan mengalami keterlambatan yang kemungkinan besar akan terjadi pada akhir April mendatang.

Hal ini disebabkan karena adanya paksaan pada kuartal I tahun lalu di mana panennya ditekan hingga dua kali. Akibatnya, proses penanaman berikutnya ikut terdorong sehingga masa panen ikut bergerak maju.

“Kalau dilihat dari pertaniannya sedikit lebih rendah dari tahun lalu. Kenapa, karena tahun lalu Maret sudah puncak panen. Jadi jumlahnya agak besar. Dan jangan lupa PDB itu diukur dari volume, bukan dari harga. Karena tahun lalu itu Maret sudah panen puncak berarti di Q1 volume nya cenderung besar. Tahun ini karena panen puncaknya April itu Q2 itu. Sehingga volumenya di Q1 pertumbuhannya itu akan lebih kecil,” paparnya.

Hal ini di perburuk dengan harga beras yang masih tinggi di pasaran. Untuk itu, saat ini pemerintah tengah melakukan upaya besar untuk mengembalikan harga beras menjadi normal sebelum bulan puasa dan Lebaran mendatang, yakni sebesar Rp13 ribu per kilogram.

“Sekarang aja sebetulnya harga beras belum turun. Sehingga kita saat ini harus all out harus turun sebelum puasa. Kita harus mengambil langkah langkah satu dua minggu ini agar harganya bisa kembali lagi,” ujarnya menjelaskan.

Dia menegaskan indikator kedua adalah pertumbuhan kredit yang belum membaik. Di mana saat ini, hanya mencapai satu digit atau hanya delapan persen saja berdasarkan data. Sedangkan harapan pemerintah pertumbuhan kredit bisa mencapai dua digit.

“Pertumbuhan kredit memang juga belum betul yah. Sehingga mungkin bakal satu tidak bisa lebih tinggi dari tahun lalu, yaa sudah bagus kalau sama. Tapi kita gak berharap begitu, mungkin gak lebih tinggi dari tahun lalu. Itu aja deh,” ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2017 sebesar 5,01 persen atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal I 2016 di kisaran 4,92 persen.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()