Meneropong Bisnis Wisata Kampung Cinangneng (Bagian 1)

Meneropong Bisnis Wisata Kampung Cinangneng

Trans Bisnis – Ketika berbicara bisnis, tidak ada salahnya kita melirik peluang bisnis Kampung wisata kini jadi salah satu destinasi yang banyak diburu pelancong. Asrinya pemandangan alam dipadu keunikan budaya dan adat istiadat penduduknya menjadi daya tarik kampung wisata.

Kampung Cinangneng menjadi pioner sektor bisnis ini. Hawa segar, hamparan pemandangan hijau, pegunungan dan sungai yang bersih menjadi pemikat Kampung Cinangneng. Alunan gamelan Sunda yang samar-samar terdengar sehingga membawa pengunjung larut dalam suasana liburan pedesaan asri di Bogor.

Di mana Kampung Cinangneng menawarkan program Poelang Kampoeng dengan aktivitas mengunjungi industri rumahan serta melihat dari dekat aktivitas masyarakat, belajar memainkan gamelan sunda, menari Sunda, menanam padi, membuat masakan dan minuman tradisional, membuat wayang, memandikan kerbau dan melukis topi caping.

Seperti Poelang Kampoeng juga menjadi paket tur pertama Kampung Cinangneng sejak tahun 2000. Biayanya Rp135.000 per orang. Kini, ada tiga program tur baru, yakni paket pendamping program Poelang Kampoeng dengan biaya Rp 75.000 per orang.

Lalu, paket Saya Pun Berasal Dari Desa dengan aktivitas tur kampung, foto menggunakan pakaian desa, belajar bermain gamelan, menari sunda, membuat wayang, membuat makanan dan minuman tradisional, dan memandikan kerbau. Paket ini berbanderol Rp 110.000 per orang dengan minimal 10 orang pengunjung.

Ada pula beberapa paket Survi senilai Rp 20.000 per orang. Dalam paket ini, pelancong bisa jalan-jalan mengelilingi kampung dengan pendampingan petugas selama 30 menit.

Melihat lokasi Kampung Cinangneng berjarak 11 kilometer dari Kebun Raya Bogor. Agar tak repot berganti-ganti kendaraan umum, sebaiknya gunakan kendaraan pribadi saat berkunjung ke lokasi.

Bagi para pengunjung pun sebaiknya melakukan reservasi dulu untuk memastikan ketersediaan paket tur. Maklum saja, kampung wisata ini selalu ramai. Tak hanya keluarga, anak sekolah, mahasiswa dan rombongan karyawan sering berkunjung ke sana.

Meski lokasinya tak persis di pinggir jalan besar namun lahan parkir yang cukup luas dan nyaman tersedia di sana. Alhasil, kendaraan besar pun bisa masuk ke area kampung wisata itu.

Bagi anda tidak perlu takut untuk tersesat, karena lokasi sudah terdeteksi oleh Google Map. Warga sekitar pun sudah paham dengan lokasi dan dengan senang hati memberikan petunjuk arah.

Menurut Hester Basoeki sang pemilik mengaku Kampung Wisata sering menjadi pilihan wisata edukasi bagi kaum urban dan para generasi muda yang tidak lagi familier dengan adanya proses.

“Anak muda sekarang tahunya nasi itu yang ada di atas piring tanpa tahu proses di belakangnya bagaimana. Di sini mereka bisa mengetahui proses produksinya,” ungkapnya.

Bisnis ini sudah eksis selama 18 tahun, jumlah pengunjungnya tidak pernah surut. Ibu dua anak ini mengatakan, terjadi peningkatan sekitar 8.000 pengunjung saban tahun. Untuk tahun 2017 saja, total pengunjung Kampung Cinangneng 49.000 orang.

(Bersambung)

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()