Kefakiran Dekat dengan Kekufuran Kata Ustad Abdul Somad

Trans Medan – Geliat keberadaan produk-produk makanan dan berbagai jenis barang yang dihasilkan oleh umat Islam di pasaran, merupakan hal yang harus disikapi dan disambut gembira sebagai tanda bangkitnya perekonomian umat.

Mengingat bahwa sampai saat ini hanya 0,2 persen perekonomian Indonesia yang dikelola oleh kalangan muslim. Dengan realitas tersebut, umat Islam akan semakin dipermudah untuk mengkonsumsi dan mendapatkan produk makanan yang selaras dengan syariat Islam.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustad Abdul Somad, Lc, MA, dalam Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Muslimah Indonesia (FKMI) bertempat di Aula Madinatul Hujaj Asrama Haji Medan.

Di hadapan lebih dari 1.700 hadirin yang memadati ruangan, Ustad Abdul Somad memberikan apresiasi dan motivasi bagi para ibu yang bernaung dalam wadah FKMI, terkhusus yang menjalankan usaha berbasis Islami, untuk semakin giat dan bersemangat dalam membesarkan bisnisnya.

Ia menegaskan bahwa di dalam Islam tidak ada larangan bagi kaum perempuan untuk bekerja dan berwirausaha, sepanjang dalam izin dan restu suami serta memperhatikan syarat-syarat yang ditentukan dalam agama, seperti tidak berduaan dengan yang bukan muhrimnya dan menutup seluruh auratnya secara Islami.

“Perekonomian umat harus terus dibangkitkan, guna menyalakan lilin dalam kegelapan. Perempuan jangan hanya duduk menunggu dan berpuas diri. Sejarah Islam sejak lama sudah mencatat beberapa perempuan tangguh yang bekerja dan berwirausaha. Khadijjah dan Ummu Syifa adalah dua contoh yang paling terkenal dan patut diteladani,” kata Ustad Somad.

Menurut Ustad Somad, kemiskinan harus disingkirkan dari kehidupan umat Islam. Karena kefakiran akan mendekatkan diri pada kekufuran.

“Mengapa politik uang masih berjalan di negeri ini? Itu adalah karena masih banyak masyarakat kita yang miskin, sehingga bisa dibeli dengan uang. Tapi kalau masyarakat sudah sejahtera, politik uang atau serangan fajar dan sebagainya itu takkan laku,” tambahnya.

Dalam ceramah yang disambung dengan sesi tanya jawab selama satu setengah jam itu, Ustad Somad juga banyak menyoroti persoalan akidah di kalangan umat Islam. Ditegaskannya bahwa persoalan akidah merupakan hal yang harus diperhatikan dan dilakukan dengan benar.

“Akidah merupakan tiang agama. Kalau akidah seseorang sudah benar, maka segala rasa cemas dan ketakutan terhadap apa yang akan terjadi dalam kehidupan takkan pernah mencederai imannya. Ia tidak akan mencari kenyamanan melalui hal-hal yang dilarang agama, seperti musyrik, menggunakan susuk, memelihara jin dan sebagainya,” tandas Ustad Somad.

Untuk meraih cita-cita dan keinginan, hanya satu jalan yang harus ditempuh, yakni mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu sarananya adalah melalui sholat tahajjud. Tahajjud adalah kunci dari tersampainya doa dan permintaan kepada Allah.

Ketua FKMI, Hj Revita Lubis, menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan tabligh akbar ini merupakan salah satu program dakwah yang telah terjadwal dalam program kerja komunitas muslimah yang dipimpinnya. Kegiatan dakwah merupakan program yang diinisiasi FKMI untuk memberikan pencerahan jiwa dan pendidikan agama baik bagi para anggotanya maupun masyarakat luas.

Selain program dakwah, FKMI juga mengusung berbagai program lain baik dalam bidang sosial maupun dalam kerangka penguatan ekonomi umat yakni menghimpun para pelaku wirausaha muslimah dan memberikan wadah untuk menambah ilmu agama maupun bisnis.

FKMI juga memperluas jaringan pemasaran bagi produk-produk yang dihasilkan oleh anggotanya melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan bazaar di berbagai forum dan tempat.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()