Film Religi DKSJ Karya Anak Medan akan Tayang Hiasi Layar Lebar

MEDAN|Seiring perkembangan teknologi dan informasi di era global, ternyata membawa dampak positif bagi perkembangan sinematografi di Indonesia.

Namun, bias terhadap perkembangan perfilman di Kota Medan sungguh sangat memprihatinkan saat ini. Pada hal dalam sejarah perfilman nasional Kota Medan tercatat sebagai gudangnya sinemas film di tanah air, bahkan telah melahirkan penulis, kritikus, sutradara, aktor, aktris handal.

Kondisi ini akhirnya membuat dua anak muda kreatif Onet Aditya Rizian dan Embart Nugroho, merasa terpanggil untuk mengeksplorasi diri dan berbagi karya dikancah perfilman di Kota Medan, Sumatera Utara.

Onet Aditya Rizian dan Embart Nugroho, merupakan penggagas berdirinya “Oneto Films” sebagai industri film indie, pada tahun 2011 silam.

Oneto Films telah memproduksi 6 film pendek berjudul “Hantu Kredit”, “Kabayan Mencari Tiur”, Mengais Rezeki di Atas Becak Dayung”, Film Dokomentasi Pertanian, Film Dokumentasi Drama Pertanian, “Sepotong Pisang Goreng” dan satu film fiksi berdurasi 1 jam “The Deepest”.

Bahkan diantara film pendek produksi Oneto Films tersebut “Sepotong Pisang Goreng” yang disutradarai Embart Nugroho, terpilih masuk dalam deretan 100 Film pada Festival Film Pendek SCTV tahun 2015.

Untuk itu di tahun 2016 ini, Oneto Films kembali menggarap film layar lebar berdurasi 90 menit berjudul “Di Mana Kau Sembunyikan Jodohku” karya sutradara Embart Nugroho.

Film berbau religi ini mengangkat tema sederhana, namun cukup mendasar bagi umat Islam, dipetik dari sebuah hadist dari sekian hadist “Sehina-hinanya mayat. Lebih hina mayat seorang yang belum menikah,” ini yang mendasari lahirnya Film religi ‘Di Mana Kau Sembunyikan Jodohku’

Embart Nugroho sebagai sutradara sangat jeli dalam memberikan kritik dalam tradisi yang berkembang ditengah masyarakat Islam tentang perjodohan.

“Film ini tentunya ingin menyampaikan pesan bahwa menikah itu wajib. Hal ini sangat mendasar bagi umat Islam dalam hidup sebagai khalifah di dunia. Tentunya sebagai hamba Allah yang dikarunia akal dan pikiran, wajib berusaha dengan ketentuan kepastian itu milik Allah (langkah, rezeki, pertemuan, maut-red). Problematik hidup ini yang kita tuang dalam film Di Mana Kau Sembunyikan Jodohku,” ujar sang sutradara Embart Nugroho, didampingi pimpinan produksi yang juga Humas Polresta Medan Baharuddin Syahputra alias Om Bahar, kepada kemarin , ketika ditemui disela-sela melakukan syuting perdana di komplek Masjid Raya Azizi, Stabat, Langkat.

Embart Nugroho menyebutkan, film religi berdurasi 90 menit ini mengangkat kisah kehidupan anak manusia bernama Zidan yang diperankan aktor Zulfikar Iskandar.

Dalam cerita ini, Zidan yang telah berusia 30 tahun belum juga mendapatkan jodoh. Sementara orang tuanya khawatir jika anaknya akan menjadi bujang lapuk, memaksa Zidan untuk segera menikah dengan seorang gadis pilihan mereka bernama Fatimah yang diperankan Gina Febriona.

Tetapi Zidan justru menolak perjodohan itu. Zidan ingin menentukan dan memilih pasangannya sendiri. Karena Zidan berkeyakinan bahwa Shakira yang diperankan Desi Ayu Desdira, seorang wanita peranakan kebangsaan Turki adalah jodohnya.

Lalu Zidan pun lari dari Medan dan pergi ke Jakarta untuk menghindari resepsi pernikahannya dengan Fatimah.

Tak lama di Jakarta Zidan pun kembali ke Medan karena ingin mencari Shakira wanita pujaan hatinya yang kabarnya berada di Kabupaten Langkat.

Akan tetapi upaya yang dilakukan Zidan tersebut sia-sia, dimana sang kekasih Shakira ternyata sudah kembali ke negara asalnya Turki.

Sedangkan Fatimah yang telah patah hati karena gagal menikah dengan Zidan lebih memilih ke Pesantren guna mendalami ilmu agama dan mendekatkan diri pada Allah.

Di pesantren itu pula Fatimah menemukan lelaki pujaan hatinya yakni Imron yang diperankan Lutfi. Imron pun berniat ingin menikahi Fatimah.

Namun bersamaan dengan waktu Zidan pun datang untuk meminta maaf pada Fatimah. Fatimah memaafkannya tetapi dia tidak mau kembali pada Zidan.

Akhirnya Zidan pun kehilangan semangat hidup. Zidan terkapar dalam ketidakberdayaan sebagai Hamba Allah. Pada saat manusia pasrah, ikhlas atas ketidakberdayaannya. Allah maha berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya.

Dikatakan Embart Nugroho, film “Di Mana Kau Sembunyikan Jodohku” layak direkomendasikan untuk ditonton kepada siapapun termasuk anak dibawah umur. Dan film ini segera tanyang mengiasi layar lebar.ayu buruan jangan lupa untuk menyaksikannya.

“Film ini berisikan petuah-petuah agama namun tidak bersifat menggurui. Film-film seperti ini patut diperbanyak dan digarap dengan kualitas yang lebih baik. Tidak hanya disajikan sebagai film pendek tetapi sangat layak diadaptasi pada layar lebar dengan kualitas yang sempurna. Apalagi gradasi peribadatan dan cinta. Kelebihan lain dari film ini adalah gaya penyampaiannya tidak menggurui namun mengajak bertabayun (berinstropeksi). Nilai positif yang lain juga tergambar dari segi sinematografi yang digarap serius,” pungkas Embart Nugroho.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()