Cabai Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar di Sumut

MEDAN|Cabai menjadi penyumbang inflasi terbesar di Sumut. Dimana inflasi di Sumut tercatat sebesar 1.01%. Saya menilai memang sudah seharusnya demikian. Sebelumnya kan petani dirugikan dengan penurunan harga cabai di bawah 20 ribu per Kg. Bahkan di tingkat petani sempat terpuruk hingga 5000 per Kg. Dengan realisasi laju tekanan inflasi di kisaran 1% ini yang disumbangkan komoditas cabai, kita berharap daya beli petani kita membaik. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada wartawan hari ini.

“Hanya saja realisasi inflasi di bulan ini yang diatas 1% sangat mengejutkan. Walauun mengacu kepada realisasi harga kebutuhan pangan masyarakat semuanya masih terbilang normal. Untuk harga cabai saat ini diperdagangkan dikisaran 33 ribu per Kg. Lebih mahal dibandingkan hasil hitungan saya terkait dengan harga cabai yang ideal dikisaran 25 hingga 30 ribu per Kg-nya,” katanya.

Dia menngungkapkan faktor pemicu kenaikan harga cabai belakangan ini juga diakibatkan oleh libur panjang di akhir pekan yang enyebabkan distribusi caba mengalami gangguan. Dimulai dari banyaknya pedagang yang libur, demikian juga dengan petani, ditambah dengan arus transportasi ke kabupaten karo yang padat karena liburan. Beberapa momen liburan yang sempat mengganggu harga cabai diantaranya adalah perayaan 17 Agustus dan Idul Adha kemarin.

“Bahkan menjelang Idul Adha harga cabai sempat meroket dikisaran 37 ribu per Kg. Meskipun saat ini harganya berangsur membaik. Yang paling penting adalah menjaga harga pangan dalam rentang yang tidak berfluktuasi tajam dan stabil dalam range tertentu. Tidak seperti sebelumnya dimana harga kerap berfluktuasi sangat liar,” tegasnya.

Selain cabai daging ayam juga mengalami kenaikan sebelumnya. Harganya saat ini berada dikisaran 26 hingga 28 ribu per Kg. Masih cukup ideal saya pikir. Pasokan daging ayam yang dikendalikan belakangan ini lebih dikarenakan oleh pasokan daging sapi/kambing yang membanjiri pasokan daging masyarakat. Jadi masih terbilang wajar dan berpeluang turun dikisaran 24 ribuan nantinya.

Dia menambahkan namun, kita harus mewaspadai pola terjadinya kenaikan harga cabai seperti tahun lalu. Jika pola tanam petani tetap sama dbandingan dengan tahun lalu, pola cuaca juga tidak jauh berbeda, sementara pola kebijakan pemerintah dalam mengendalikan harga juga tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. Nah disini kita perlu mengkuatirkan fluktuasi harga cabai yangberpeuang membentuk tren naik,” terangnya.

“Jangan sampai sejarah berulang dengan sendirinya (history repeats itself). Meski demikian, saya menilai dalam setahun belakangan kebijakan pemerintah itu cukup efektif dalam meredam gejolak harga. Dan secara keseluruhan laju tekanan inflasi di Sumut hingga akhir tahun masih berpeluang mencetak laju tekanan inflasi yang rendah,” tambahnya.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()