Rupiah Bergerak Terbatas Sedangkan IHSG Berbalik Arah

MEDAN|Rupiah bergerak terbatas sedangkan IHSG berbalik arah. Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan terhadap US Dollar bergerak terbatas walaupun tergolong stabil. Rupiah dibuka menguat pada level 13.306 di awal perdagangan senin (7/8). Demikian dikatakan pengamat ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada wartawan hari ini.

“Rupiah sempat tertekan sampai menyentuh level 13.335 per US Dollar. Terpantau sampai senin sore Rupiah bergerak dikisaran 13.298-13.332,” katanya.

Dia menjelaskan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), Rupiah dipatok menguat 5 poin. Rupiah dipatok 13.319, patokan ini lebih baik dari patokan sebelumnya yang berada pada level 13.324 per US Dollar.

“Sepanjang perdagangan di awal pekan ini Rupiah masih bergerak stabil ditengah adanya potensi laju penguatannya yang sedikit tertahan,” katanya.

Dia menegaskan laju rupiah diperkirakan akan tertahan dan berpotensi melemah seiring pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang sedikit melambat. Produk domestic bruto Indonesia dirilis mengecawakan yang tidak sesuai dengan perkiraan. PDB Indoesia dikuartal kedua dirilis turun dari perkiraan sebelumnya 4,1 persen menjadi 4,00 persen. PDB Indonesia disetahunkan juga dirilis turun dari perkiraan sebelumnya 5,1 persen menjadi 5,01 persen.

Diperkirakan potensi pelemahan terjadi bukan semata-mata data ekonomi dalam negeri yang sedikit mengecewakan namun juga seiring pergerakan US Dollar yang kembali keluar dari tekanan. US Dollar mulai bergerak menguat meninggalkan level terendahnya menyusul data ketenagakerjaan non pertanian bulan juli yang dirilis membaik.

“Data ketenagakerjaan dirilis naik dari perkiraan sebelumnya berada pada level 178.000 menjadi 205.000. Tingkat pengangguran dirilis sesuai dengan perkiraan analis yang berada pada kisaran 4,3 persen,” paparnya.

Dia menegaskan IHSG berbalik arah setelah pada awal-awal perdagangan diperdagangkan menguat di teritori positif.IHSG mengawali perdagangan di buka menguat pada level 5780,89. IHSG sempat menguat di sesi pertama perdagangan sampai menyentuh level 5812,79. Namun pada sesi kedua IHSG berbalik arah di zona merah dan ditutup melamah 28,19 poin atau 0,488 persen menjadi 5749,29 dengan total transaksi mencapai Rp, 6,27 Triliun.

Dia menambahkan saham AGRO menjadi yang teraktif diperdagangkan dengan total frekuensi mencapai 8.053 transaksi senilai Rp. 52,15 Miliarndiikuti saham WAPO sebanyak 5.54 kali senilai Rp. 1,07 Miliardan saham ASII sebanyak 5.386 kali senilai Rp.459,98 Miliar.

“Sektor konsumsi memimpin pelemahan yang paling banyak sebesar 1,461 persen yang membuat IHSG berbalik arah di zona merah untuk melemah. Pihak asing masih melakukan aksi jual bersih di awal perdagangan yang mencapai Rp. 347 Miliar,” tambahnya.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()