Meneropong Sel-sel Teroris di Sumut

Menurut Al Ustadz, Khairul Ghozali yang dahulu dikenal sebagai mantan teroris perampokan Bank CIMB Niaga kini mendirikan Pondok Pesantren Darusy Syifa’ di Desa Sei Mencirem, Kabupaten Deliserdang ini mengatakan setiap ada tindakan terorisme, selalu saja Islam yg disalahkan. Sering kita saksikan di televisi-televisi maupun di media-media lainnya kalau ada aksi terorisme tersebut seringkali yang dijadikan terdakwa adalah orang Islam maupun organisasi Islam hanya karena yg terdakwa memiliki kartu identitas beragama Islam.

1. Apa pandangan alquran mengenai jihad dan teroris?

Setiap ada tindakan terorisme, selalu saja Islam yg disalahkan. Sering kita saksikan di televisi-televisi maupun di media-media lainnya kalau ada aksi terorisme tersebut seringkali yang dijadikan terdakwa adalah orang Islam maupun organisasi Islam hanya karena yg terdakwa memiliki kartu identitas beragama Islam.

Padahal,walaupun dia memiliki kartu identitas beragama Islam,belum tentu dia adalah muslim sejati. Karena Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan dan kebencian apalagi terorisme. Benar, Islam mengajarkan jihad, tapi jihad yang diajarkan dalam Islam adalah jihad yang menjunjung tinggi kemanusiaan, peradaban dan keadilan.

2. Dari sudut pandang bapak sebagai ustadz apa sebenarnya diperjuangkan oleh teroris ini di Indonesia? 

Tidak jelas yang mereka perjuangkan, katanya ingin memperjuangkan tegaknya syariat dan negara Islam, tapi tindakan mereka dengan melakukan teror menunjukkan mereka justru melanggar syariat Islam itu sendiri.

3. Apakah pergerakan teroris ini sesuai dengan akidah Islam?

Jelas aksi terorisme bertentangan dengan ajaran dan akidah Islam.

4. Sebenarnya bagaimana cara perekrutan teroris ini dalam mencari anggotanya? Apakah Ada pencucian otak sehingga teroris berbuat nekat saat ini?

Perekrutan terorisme melalui empat fase: pendekatan atau komunikasi, perekrutan, bai’at (ikrar dan janji setia), amaliyat jihad (melakukan tindakan teror). Inilah bentuk cuci otak yang paling singkat dan mudah, sehingga membuat mereka berani untuk melakukan istimata (bom bunuh diri) dan ightiiyalat (penyerangan kepada aparat keamanan).

5. Apa pergerakana teroris ini bertentangan dengan pancasila dan UUD 45?

Ya, karena teroris merusakkan peradaban dan kemanusiaan sedangkan pancasila dan uud 45 membangun kemanusiaan dan keadilan.

6. Apa tanggapan bapak mengenai bom pengantin? Dan bagaimana menurut anda dimana target teroris saat ini adalah pihak kepolisian? 

Bom “pengantin” sebagai salah satu bentuk aksi teror sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Tindakan tersebut juga memberikan image yang buruk terhadap umat Islam di dunia. Jelas bom pengantin adalah bunuh diri, dan hukumnya haram sebagaimana Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah Maha menyayangi kalian.” (QS. An-Nisaa’: 29)

Adapun serangan terhadap aparat kini menjadi strategi yang semakin sering dijalankan organisasi terkait terorisme sebagai upaya untuk menjaga keamanan jaringan mereka. Terutama sejak masuknya pengaruh ISIS ke Indonesia, ada perintah dari organisasai teror tersebut untuk melakukan jihad dengan cara apa saja yang bisa dilakukan, dengan menyasar aparat dimanapun mereka berada.

7. Sejauh apa perkembangan teroris di Sumut saat ini melihat kasus-kasus yang telah ada? Bagaimana kasus terakhir yang menyerang Poldasu? 

Aksi penyerangan di Poldasu dilakukan oleh sel kecil atau disebut sebagai aksi mandiri sebenarnya adalah tindakan seseorang yang menjadi bagian dari jaringan terkait terorisme. Yang penting sekarang ini adalah, bahwa sejak masuknya pengaruh ISISI ada perintah dari Bahrum Naim untuk melakukan jihad dengan cara apa saja yang bisa dilakukan, tidak mesti pakai bom atau senjata.

Pelaku teror ini terinspirasi serangan “aksi teror di Prancis” melalui media sosial dan juga inspirasi dari pelaku yang berinisial IAH berusaha menikam seorang pastur di sebuah gereja Katolik di Medan Agustus 2016.

Artinya, pola eksekusi penyerangan terhadap polisi yang dilakukan oleh sel kecil membuat serangan berikutnya susah dideteksi dan membuat kepolisian serta intelijen seolah lambat mengantisipasi aksi teror.

Menurutnya, sel-sel jihad di Sumut sudah lama beraksi dan masih aktif, mulai dari Komando Jihad 1976, pembajakan Garuda Woyla 1981, peledakan gereja di tahun 2000, perampokan Lippo Bank di 2003, perampokan Bank Sumut pada 2009, perampokan Bank CIMB Niaga dan penyerangan Polsek Hamparan Perak pada 2010.

Dulu, kata Ghazali, sekitar 200-an orang didoktrin dengan paham radikal. “Sekarang mereka sudah jadi senior, saya tidak tahu lagi di mana mereka berada,” ujarnya.

8. Bagaimama menurut anda undang-undang teroris yang belum disahkan DPR? Apa plus minusnya menurut anda? 

Serangkaian aksi teror dan paham radikalisme merajalela di Indonesia — penyebab utamanya adalah karena UU Antiterorisme yang tak kunjung disahkan oleh DPR, sehingga paham radikal berkembang seperti jamur d musim hujan. Karena tidak ada undang-undang yang bisa menangkap orang yang berpikiran radikal, undang-undang baru menangkao kalau ada aksi.

Sedangkan kelemahan jika undang-undang ini diterapkan adalah bisa memicu konflik baru yang akan memperparah keadaan sosial masyarakat kita yang memang sudah rentan dengan konflik sosial dan politik. Ibaratnya negara saat ini seperti makan buah simalakama, dimakan mati ibu tak dimakan mati ayah.

9. Bagaimana menurut anda pihak kepolisian dalam memberantas teroris saat ini? Bagaimana peran TNI ini? 

Pihak kepolisian sudah cukup masif dalam memberantas aksi terorisme, begitu pula TNI, seperti misalnya yang dilakukan polri dan tni di Poso yang berhasil menggulung kelompok Santoso.

10. Apa pesan dan harapan anda kedepannya? Apa harapan anda kepada pihak kepolisian dalam penanggulangi teroris apa sudah sesuai SOP dan profesional dalam menjalaninya?

Kota Marawi hancur lebur akibat gagalnya pemerintah Filipina mendeteksi dan mengambil tindakan terhadap paham radikalisme, serta sel tidur yang terlanjur menyebar, sehingga ISIS dapat berkuasa.

ISIS dapat berhasil menguasai Marawi karena banyaknya sel tidur yaitu orang-orang yang telah dicuci otak dengan paham radikalisme yang telah ditanamkan di kota Marawi. Jumlah simpatisan yang mendukung ISIS bisa lebih banyak daripada pejuang ISIS itu sendiri, dan memuluskan jalan ISIS dalam menguasai Marawi. Terorisme, sel tidur dan paham radikal adalah bahaya laten sesungguhnya yang harus kita waspadai hari ini.

Harapan kita adalah agar deteksi dini terhadap sel-sel teroris semakin ditingkatkan, jangan sampai menunggu Indonesia hancur lebur seperti kota Marawi, atau bahkan menjadi Suriah kedua.[winsah]

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()