Waspada ! Tipu-Tipu Rumah Bersubsidi

JAKARTA|Implementasi program pembangunan sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo terus dikebut pelaksanaannya. Bahkan, program ini dipantau langsung oleh Presiden ketika berkunjung ke Kota Cikarang, Balikpapan dan Pekanbaru.

Program rumah yang dikhususnya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini pun dijanjikan miliki harga rendah dengan subsidi uang muka maupun kredit yang sangat bersahabat dengan kantong masyarakat kecil.

Namun, kondisi itu tak seindah seperti yang diharapkan oleh masyarakat. Sebab, penawaran rumah dengan harga murah dan subsidi tidak diikuti dengan pengawasan, bahkan konsumen tidak sadar bahwa pengembang perumahan itu pun tidak kredibel.

Hal itu tak bisa dipungkiri, terlebih banyak modus pada sejumlah perumahan yang bertebaran di pinggiran Jabodetabek. Seperti menawarkan janji-janji, dengan unit terbatas dan 50 orang pertama akan mendapatkan sejumlah bonus seperti sofa.

Seperti halnya dialami Anisa (32) dan Hendra (31) karyawan perusahaan swasta. Mereka harus menelan pil pahit karena “rumah subsidi” yang dibelinya dari cucuran keringat tak ada kabar kejelasan. Sang pengembang menghilang entah kemana.

Anisa mengetahui penjualan rumah subsidi tersebut dari Internet pada 2016 lalu. Rumah yang ditawarkan itu berlokasi di Perumahan Bumi Berlian Serpong, di Desa Cidokom, Kecamatan Gunung Sindur, Bogor.

Kemudian, karena ketertarikan dengan harga murah serta lokasi, Anisa kemudian menghubungi marketing perumahan tersebut yang diketahui dimiliki pengembang PT Cakrawala Karya Kinakas (CKK).

Anisa pun kemudian diajak ke lokasi dan setuju untuk membayar tanda jadi dan booking fee kepada pengembang tersebut. Lalu, dilanjutkan pada pembayaran DP atau uang muka sekitar Rp20 juta pada 2 Juni 2016 dan ditransfer ke rekening BTN.

Ia pun kemudian mendapatkan bukti kwitansi pembelian unit rumah namun tidak ditanda-tangan oleh Direktur PT CKK, yaitu John Sumanti, melainkan atas nama Melly. Dan setelah itu interview dengan BTN untuk pengajuan KPR.

Dan setelah ditunggu pembangunannya hingga satu tahun lamanya, Anisa kemudian mendapat kabar bahwa rumah yang sudah dibayarnya mangkrak alias tidak mengalami perkembangan, dengan alasan pengembang yang tidak masuk akal.

“Setelah lama tak ada perkembangan saya hubungi marketingnya, yaitu Ricky. Tapi jawabannya kurang memuaskan. Dan uang yang sudah saya bayar untuk diminta kembali tidak jelas. Sedangkan pemilik PT-nya tidak bisa dihubungi,” jelas Anisa kepada VIVA.co.id, Senin 24 Juli 2017.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()