“Prajurit TNI Bak Malaikat Turun dari Langit”

“Arsanah Menangis dalam Pelukan Sang Jenderal”

Penulis Muhammad Darwinsyah Purba, S.Sos

Kehidupan tidak seindah dan semanis apa yang ada pada logika manusia di mana menangis dan tertawa tidak dapat dihindari oleh hamba tuhan. Jika, melirik sejenak dari kesibukan dunia ini hati ini merasa teriris melihat kondisi saudara-saudara kita yang kurang beruntung meniti kehidupan ini. Bukan berarti mereka jauh dari pertolongan tuhan tapi melalui bantuan kita agar kita bisa merasakan penderitaan antar sesama manusia, bisa berempati dengan saling tolong menolong antar sesamanya. Jadi, tuhan tidak pernah mengucilkan suatu kaum karena tuhan pemilik maha segala maha di jagat raya ini.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) tak terpisahkan dengan rakyat. Rakyat baginya merupakan kekuatan yang harus diberdayakan secara nyata. Karena itu, pengabdiannya dengan rakyat dalam kemanunggalan bersama-sama rakyat rakyat adalah Rohnya TNI. Rakyat adalah rohnya TNI, Karenanya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) suatu upaya pengabdian dalam percepatan mensejahterakan rakyat.

Teks Foto: Prajurit TNI sedang melakukan Bedah rumah Ibu Arsanah oleh Satgas TMMD Ke 99 oleh Kodim 0201/BB di Lingkungan 20, Sentosa Barat, Medan Belawan, Sicanang.

Ini dibuktikan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilakukan Kodim 0201/BS, diharapkan masyarakat membawa perubahan baru dengan peningkatan ekonomi masyarakat di masa mendatang. Program TMMD ke 99 tahun 2017 ini adalah bentuk wujud pengabdian TNI kepada rakyatnya. Tugas mulia yang diamanah dalam program TMMD bertujuan dalam percepatan pembangunan di wilayah pedesaan terutama diprioritaskan untuk pembangunan wilayah tertinggal.

Bayangkan selama bertahun-tahun tinggal sendiri di ujung Jalan Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Belawan Sicanang, jalan kaki berkilo meter untuk bisa belanja dan kerap dikepung air pasang, membuat Arsanah (43), janda yang hidup sebatangkara dalam mengarungi problematika kehidupan ini nyaris berputus asa sebelum tangan-tangan prajurit TNI menyentuh kehidupannya yang jauh dari layak huni tersebut.

Tingkat ekonomi yang sangat buruk, membuat pemburu lokan dengan penghasilan hanya Rp 120 ribu perbulan ini, hanya berharap mukjizat Tuhan atas nasibnya. “Tiba-tiba datang bapak-bapak tentara, ramai datang ke rumah ini, bilang bahwa jalan ini mau dibangun dan akan tembus ke Marelan. Mereka minta izin, bahkan bapak-bapak itu juga janji akan membantu betulin rumah saya ini. Rasanya, mukjizat datang ke pangkuan saya,” tutur Arsanah dengan air mata berlinang.

Sudah 8 tahun Arsanah tinggal sendiri di rumah berukuran 3 kali 6 berdinding papan dan beratap seng. Semua atap sengnya sudah rusak, dapurnya hancur dan untuk menutup dinding bagian atas yang sering diterpa air hujan, Arsanah menutupnya dengan spanduk-spanduk dan kertas koran.

“Kalau hujan lebat, angin kencang, pindahlah saya ke sini karena masuk air dimana-mana. Sampai pagi tu payah saya tidur, takut rumahnya ambruk diterjang angin, saya saya bezikir sepanjang malam,” ujar Arsanah sambil menunjukkan sudut rumah tempat dia bisa berteduh saat hujan deras.

Menurut pengakuan Arsanah ketika dikunjungi penulis dirumahnya menyampaikan ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada TNI yang sudi melakukan perahaban gubuk saya menjadi sebuah rumah layak huni. “TNI memang dari rakyat untuk rakyat dan milik rakyat, ini dibuktikan mereka dalam program TMMD ini di kampung kami saat ini semakin lebih baik dari sebelumnya. Lihat saja sekolah, masjid, pembukaan jalan, pembangunan jembatan dan merehab rumah saya yang gubuk ini disulap menjadi rumah yang sangat layak huni serta mampu menahan terpaan angin maupun hujan,” ungkapnya.

Dia menyampaikan suka duka selama ini apabila hujan tiba rumahnya selalu bocor dan harus mengungsi ke rumah anak angkatnya yang bersebelahan dengan rumahnya. “Maklum aja atap rumah saya terbuat dari daun lipah jadi kalok hujan turun selalu bocor sehingga airnya menggenangi seluruh ruangan gubuknya,” kenangnya.

Dirinya sangat berterimakasih kepada seluruh prajurit TNI yang turun langsung merenovasi rumah reok dan tiada kata anugerah ini sebagai anugerah terindah yang diturunkan tuhan kepada dirinya. “Seakan-akan prajurit TNI bak malaikat-malaikat tuhan yang turun dari langit menyulap gubuk derita saya menjadi istana mungil sehingga saya bisa berteduh dengan nyaman dari panas, angin dan hujan yang menerpa selama ini. TNI tetaplah menjadi malaikat yang selalu ada untuk rakyat,” ungkapnya.

Teks Foto: Ibu Arsanah bersama Satgas TMMD Ke 99 oleh Kodim 0201/BB di Lingkungan 20, Sentosa Barat, Medan Belawan, Sicanang rajin mengunjungi rumah ketika sedang dilakukan bedah rumah program TMMD 2017.

Ramsah mengatakan selama rumahnya diperbaiki, ibu Arsanah tinggal dirumahnya. Beliau sudah seperti ibu saya sendiri karena sejak kecil dirinya dirawat oleh beliau. Dan, dirinya sangat bahagia sekali rumah beliau masuk program TMMD kali ini.

Menurutnya, ibu Arsanah hidup sendirian selama 5 tahun seorang diri dengan bekerja pasang bubuh dan mencari rokan dalam mencari rezekinya. Begitulah memilukan memang makanya apabila dirinya memiliki rezeki berlebih dirinya tidak lupa membantu ibu Arsanah dalam memenuhi kehidupan sehari-harinya.

“Senang kali sekali rumahnya dibedah karena apabila hujan dan angin datang rumah yang beratapkan daun lipah selalu kebocoran. Apabila hujan tiba beliau sering menumpang dirumah saya karena bersebelahan takut terkena air hujan karena bocor,” katanya.

Disini ada 3 rumah yang tidak layak huni tapi rumah ibu Arsanah kondisinya paling memprihatinkan dibanding yang lain. Dia berharap terimakasih kepada TNI yang dengan sukarela membangun kembali rumah reok ibu angkat menjadi sebuah rumah layak huni sehingga layak untuk dihuninya nanti.

Pada pembangunan banyak kendala yang dihadapi oleh TNI yaitu terlambatnya bahan material yang jauh sehingga pengerjaannya akan terlambat. Dan, dalam perencanaannya, bedah rumah Nek Arsanah menggunakan kayu hutan dan menggunakan dinding GRC dan tahan air, tahan karat dengan bahan dasar semen campur kertas. Dipastikan tahan lama dengan 2 ruang kamar, 1 ruang tamu, 1 ruang makan, teras dan 2 kamar mandi.

Teks Foto: Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 99 tahun 2017 melakukan peninjauan lokasi TMMD Kodim 0201/BS di kawasan Kampung Sentosa Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan Kota Medan.

Arsanah Menangis dalam Pelukan Sang Jenderal

Teks Foto: Dalam kunjungannya ke lokasi TMMD, Perwita Tinggi (Pati) Mabes TNI Mayjen TNI Sumedi ini menyaksikan perehapan rumah Arsanah dan beberapa objek pelaksanaan TMMD Kodim 0201/BS.

Perwira Tinggi Staf Khusus (Pati Staf Sus) Kasad, Mayjen TNI Sumedi singgah ke Kantor Lurah Belawan Sicanang, Selasa (25/7/2017). Dan sempat singgah ke rumah Ibu Arsanah namun mengagetkan Ibu Arsanah memeluk sambil melepas pilunya dalam pelukan sang jenderal betapa memilukan menyaksikan rakyat jelata merindukan seorang pemimpin yang mau turun melihat kondisi rakyat yang kian terpuruk digiling perkembangan zaman.

Rasa haru dan gembira Arsanah tak terbendungkan ketika berjumpa Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke 99, Mayjen TNI Sumedy, saat berkunjung ke lokasi rehab rumahnya di Kampung Sentosa Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan.

Secara spontan wanita berusia 43 tahun itu memeluk Pati Staf Sus Kasad TNI dihadapan Dandim 0201/BS Kolonel Bambang Herquanto, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan Tim Satgas TMM, Selasa (25/7/2017).

Dengan meneteskan air mata, wanita berhijab dan baju warna merah berok hitam ini, mengucapkan terimakasih atas bantuan TNI yang telah melakukan rehab pada rumahnya. “Terimakasih banyak Bapak-bapak TNI,” ucap janda seorang diri ini.

Dengan hangatnya Mayjen Sumedy membalas pelukan Arsanah. “Semoga cepat selesai rehab rumahnya ya bu (Arsanah),” ucap jenderal bintang dua ini.

“Terimakasih ya bapak Jenderal telah sudi kiranya melihat kondisi rumah saya dan terimaksih yang sebesar-besarnya kepada prajurit TNI telah mereab gubuk reok saya disulap menjadi sebuah istana kecil cuma tuhan yang bisa membalas kebaikan para prajurit TNI. Saya seperti melihat sekumpulan malaikat ketika melihat mereka bekerja merenovasi gubuk saya dan mereka singgah hanya untuk memperbaiki gubuk reok saya ini. Dan, untuk sang Jenderal sehat-sehat dan semakin sukses semoga tuhan melimpah rahmat dan hidayah kepada bapak Jenderal serta kepada prajurit TNI semakin jaya dan tetap terus menjadi tulang punggung NKRI yang tangguh karena TNI adalah roh bagi kehidupan jasad rakyatnya,” ungkap Arsanah disela-sela kunjungan Mayjen TNI Sumedi  di kediamannya.

“Wah, baru kali ini ada jenderal TNI ke kampung kami. Sangat senang dan bangga lah ada pejabat besar TNI melihat kondisi desa kami yang sebelumnya terisolir,” ujar salah seorang warga bernama Awaluddin.

Ia berharap, dengan kedatangan Mayjen TNI Sumedy dapat membawa pengaruh yang positif dalam percepatan pembangunan TMMD. “Semoga kampung kami lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.

Memang, program TMMD tahun 2017 kali ini menyasar berbagai kegiatan, diantaranya Pembukaan jalan baru sepanjang 500 meter × 5 meter di kampung Sentosa Timur lingkungan 18 Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan; Perbaikan jalan tanggul tambak sepanjang 370 meter x 5 meter di Kampung Sentosa Timur Lingkungan 20 Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan.

Pembuatan jembatan sepanjang 14 meter x 3 meter di Kampung Sentosa Timur Lingkungan 20 Kelurahan Belawan Sicanang; Perehapan Masjid Jamik di Kampung Sentosa Timur Lingkungan 20 Kelurahan Belawan; Perehapan Masjid Taqwa di Jalan Tambak Lingkungan 12 Kelurahan Belawan Sicanang; Perehaban SDN 065010 Jalan Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Belawan Sicanang.

Sudah berpuluh tahun, warga kawasan Sentosa Timur menjadi tumpahan saat air pasang. Dalam kondisi normal, air pasangan menggenangi kawasan itu dengan ketinggian antara 30 hingga 50 centimeter.

Dalam keadaan pasang besar, ketinggian air mencapai 1 meter. Jarak tempuh menuju ke kampung lainnya terbilang lumayan jauh. Tak heran, jika Arsanah dan beberapa warga miskin lainnya yang tak punya kenderaan, harus berjalan kaki walau hanya sekedar berbelanja kebutuhan pokok. Dengan pembangunan jalan, diharapkan kawasan ini tidak lagi terisolir dan mempercepat penguatan ekonomi.

Rakyat merupakan rohnya TNI, terpatri dalam kebersamaan dan kejiwaan. Rakyat menderita dan susah, TNI pun ikut merasakan kesedihan yang dialami. Begitu juga sebaliknya, rakyat sejahtera, TNI merasakan bangga melihat rakyatnya telah sejahtera.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()