Redenominasi Bisa Picu Kepanikan dan Belanja Besar-besaran di Masyarakat

MEDAN|Kalau redenominasi saat ini sudah harus dijalankan. Maka mengacu kepada kondisi makro ekonomi nasional, memang redenominasi itu sudah sebaiknya di sosialisasikan mulai saat ini. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut kepada transbisnis hari ini.

“Beberapa indkatornya yaitu inflasi yang terkendali, pertumbuhan meskipun melambat namun cenderung stabil, kinerja mata uang rupiah yang relatif stabil, serta tidak ada gejolak di pasar keuangan maupun sektor rill yang berlebihan,” paparnya.

Dia menjelaskan mengacu kepada indikator ekonomi tersebut saya sepakat jika redenominasi mulai disosialisasikan. Namun, jangan hanya sosialisasi bentuk uang yang baru saja. Akan tetapi dijelaskan bahwa redenominasi ini tidak memiliki perubahan nilai. Artinya jika 1 Kg cabai merah adalah 10.000, maka dengan uang baru bisa dibeli dengan Rp10 rupiah.

“Mediasinya harus benar dan mampu menjangkau pola pikir semua lapisan masyarakat. Jangan hanya menyatakan bahwa pemerintah mengeluarkan uang dengan nominal baru, tanpa dibarengi dengan edukasi yang jelas sehingga nantinya membuat masyarakat bingung dan bisa disesatkan,” tegasnya.

Dia menjelaskan saat ini yang menjadi resiko adalah belum stabilnya masalah politik di dalam negeri. Saya melihat ada banyak isu-isu yang disebarkan melalui media social yangmenyesatkan. Saya kuatir ditengah kondisi politik yang memanas nantinya, terlebih menjelang Pilkada dan Pemilu maupun Pilpres, redenominasi ini dijadikan alat politik untuk memprovokasi masyarakat.

“Resiko yang paling besar adalah seperti ini. Masyarakat disesatkan dengan menghembuskan isu bahwa uang 100.000 akan di ubah menjadi 100. Bagi masyarakat awam tentunya itu sebuah masalah. Bayangkan uang 100.000 yang bisa beli beras 1 karung, eh ternyata sekarang berubah menjadi 100 yang untuk beli permen 1 biji pun tidak bisa,” terangnya.

Dia menegaskan ini akan berbahaya. Akan memicu belanja besar-besaran di masyarakat kita. Ini perlu diantisipasi. Aparat penegak hukum harus bersinergi dengan memberangus isu-isu tersebut. Bukan hanya didunia maya, namun di tengah-tengah masyarakat. Jadi yang penting itu kan sosialisasinya, bukan semata-mata besaran nominalnya.

“Lakukan sosialisasi sedini mungkin, antisipasi bentuk penyesatan sebaik mungkin, baru edarkan uang baru hasil redenominasi. Perlahan saja yang penting pasti. Karena perubahan nominal mata uang yang tertera ini akan berubah, namun manfaat ke daya beli masyarakat ini sama saja. Malah ada resikonya bagi masyarakat yang tidak mengerti. Bisa memicu terjadinya kepanikan,” tambahnya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *