Rupiah Masih Perkasa Sedangkan IHSG Melempem

MEDAN|Rupiah masih perkasa sedangkan IHSG melempem. Pergerakan nilai tukar Rupiah yang diperdagangkan terhadap US Dollar masih melanjutkan tren penguatannya dan bergerak dalam teritori positif. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi, Gumawan Benyamin kepada wartawan hari ini.

“Sepanjang satu hari perdagangan Rupiah terus bergerak menguat di teritori positifnya. Bahkan Rupiah menguat sampai meninggalkan level 13.300 dan bergerak ke level 13.267. Terpantau sampai selasa (18/7) sore Rupiah bergerak cenderung menguat dikisaran 13.321-13.270,” katanya.

Dia menjelaskan surplusnya neraca perdagangan Indonesia ditenggarai menjadi daya penopang utama penguatan nilai tukar Rupiah. Badan Pusat Statistik merilis neraca perdagangan Indonesia bulan juni mengalami surplus sebesar $US 1,63 Miliar. Secara keseluruhan, sepanjang januari-juni tahun 2017 neraca perdagangan Indonesia mencapai $US 7,63. Dengan rincian nilai ekspor yang mencapai $US 79,96 Miliar dan impor yang mencapai $US 72,33.

“Masih lanjutnya tren penguatan Rupiah terjadi karena memanfaatkan US Dollar yang melemah terhadap mayoritas mata uang dikawasan Asia yang dapat memberikan sentiment positif terhadap pergerakan Rupiah,” paparnya.

Sementara itu, US Dollar cenderung bergerak melemah terhadap mata uang dunia bahkan terhadap Rupiah. Data ekonomi yang terkesan buruk memberikan tekanan terhadap US Dollar. Selain itu dengan tidak adanya kejelasan kebijakan moneter AS pun membuat US Dollar semakin tertekan. Melemahnya data inflasi dan penjualan ritel AS membuat pelaku pasar berspekulasi bahwa The Fed tidak memiliki kesempatan yang kuat untuk menaikkan tingkat suku bunga.

Dia menegasakn penguatan yang terjadi pada Rupiah belum mampu membuat IHSG terdorong untuk menguat, bahkan IHSG bergerak melemah. Sepanjang satu harian perdagangan IHSG terus bergerak melemah diteritori negatifnya. IHSG dibuka melemah dibandingkan level penutupan sebelumnya menjadi 5824,93. Bahkan pelemahan IHSG sempat menyentuh level 5806,60. Namun IHSG ditutup melemah 18,92 poin atau 0,324 persen menjadi 5822,35 dengan total transaksi mencapai Rp. 5,72 Triliun.

“Pelemahan yang terjadi pada IHSG ditenggarai karena banyaknya pihak asing yang melakukan aksi jual saham yang dimilikinya. Tercatat pihak asing melakukan aksi jual bersih mencapi Rp. 1,07 Triliun,” tambahnya.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()