Nongkrongin Peluang dari Waroeng Mee

Makin banyak kafe dan tempat makan baru yang menawarkan seagai tempat nongkrong. Salah satunya Waroeng Meee yang didirikan oleh Hendy Setiono, tahun 2015. Hadir sebagai salah satu tempat makan yang ramah Instagram alias instagramable, Waroeng Mee  juga menawarkan kemitraan usaha awal tahun 2017.

Saat ini, ada tiga gerai Waroeng Mee di Jakarta dan Surabaya. Hendy bilang, gerai ke-4 akan segera buka dalam waktu dekat. Hingga saat ini, Waroeng Mee masih menawarkan kemitraan.

Kemitraan Waroeng Mee bernilai Rp 650 juta. Paket ini sudah termasuk franchise fee, biaya renovasi, desain interior, hingga pelatihan karyawan. “Paket ini all in dengan konsep full management,” jelas Hendy.

Di luar biaya tersebut, mitra harus siapkan gerai dengan luas 150 meter persegi. “Nanti lokasi mitra kami survei dulu,” tutur Hendy.

Setiap gerai yang sudah beroperasi menawarkan ragam sajian mi sebagai menu utama, serta 60 varian menu lain. Menyasar konsumen menengah atas, banderol harganya mulai belasan ribu rupiah hingga Rp 30.000.

Berkaca dari gerai yang telah beroperasi, Hendy bilang, setiap bulan gerainya bisa meraup omzet Rp 280 juta-Rp 350 juta. Laba bersihnya 30%. “Bagi hasilnya 60% untuk mitra dan 40% untuk gerai pusat, dihitung dari nett profit,” jelas Hendy.

Jika estimasi omzet di atas tercapai, mitra bisa balik modal dalam 1 tahun 3 bulan. “Jika belum mencetak profit, atau terjadi kerugian, biaya juga ditanggung bersama dengan porsi yang telah ditentukan,” tambah Hendy.

Terlalu optimis

Kerjasama kemitraan berlangsung selama 6 tahun. Setelah masa kontrak habis, akan ada mekanisme perpanjangan kontrak. Mitra harus menyiapkan franchise fee sebesar Rp 150 juta.

Agar penjualan maksumal,  sebaiknya mitra memilih lokasi yang berdekatan dengan pasarnya. Hendy mencontohkan, daerah perkantoran, sekolah, dan perumahan adalah tempat yang strategis. Setengah tahun terakhir di 2017, Hendy menargetkan dua mitra baru.

Dalam penilaian Djoko Kurniawan, pengamat waralaba, Waroeng Mee cukup optimis dalam menentukan target balik modal. Namun berdasar perhitungannya, setidaknya gerai harus menjual produk seniali Rp 50.000 untuk 200 konsumen per hari. “Kalau saya akan tawarkan balik modal dalam waktu dua tahun,” terang Djoko. Maklum, di tengah persaingan tempat makan sejenis, menggaet 200 konsumen per hari bukan hal mudah.

Sementara, ditilik dari sistem kemitraan yang diterapkan, satu sisi memang menguntungkan untuk rekanan karena tak repot mengurusi SDM. Namun, disisi lain sistem ini cukup berisiko baik untuk mitra maupun franchisor.

Jika terjadi kerugian, maka franchisor harus siap menanggung risiko. “Akan minim risiko jika biaya ditanggung bersama ketika belum mendapat profit,” ujar Djoko. Sedangkan jika franchisor kurang komitmen, mitralah yang akan rugi. “Misal harusnya empat waiter, ternyata tinggal dua karena ada yang keluar. Jika tidak segera cari gantinya, rekanan akan rugi karena service menurun,” ucap Djoko.

Waroeng Mee
Jl Blora No 36, Menteng
Jakarta Pusat
HP. 081210522358

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()