Cina Aktifkan Pangkalan Militer Pertama di Luar Negeri

Militer Cina mulai menempatkan tentara ke pangkalan militer di Djibouti, Tanduk Afrika, menandai mengaktifkan pangkalan militer pertama Cina di luar negeri.

Kapal-kapal militer yang mengangkut tentara Cina ke Djibouti bertolak dari kota Zhanjiang, Provinsi Guangdong lapor kantor berita resmi Xinhua.

Xinhua tidak merinci jumlah kapal atau jumlah tentara yang dikirim ke Djibouti. Tidak disebutkan pula kapan pangkalan militer tersebut akan dioperasikan.

Pihak berwenang Cina mengatakan pangkalan militer yang akan berfungsi sebagai pangkalan pendukung itu akan digunakan untuk kepentingan penjaga perdamaian dan bantuan kemanusiaan di kawasan Afrika dan Asia Barat.

Pengiriman tentara ke pangkalan militer yang dibangun sejak 2015 ini menandai era militer Cina di luar negeri, mengikuti negara sembilan negara lain yang punya pangkalan militer di luar negerinya.

Di Djibouti sendiri beberapa negara besar memiliki pangkalan militer. Lokasi pangkalan militer Cina hanya sekitar 8 mil dari pangkalan militer terbesar Amerika Serikat.
Di sana juga ada pangkalan militer Perancis, Italia, dan Jepang. Belakangan Arab Saudi juga mendirikan pangkalan militer di sana sana.

Investasi di Afrika
Ditambahkan pangkalan juga akan digunakan untuk kerja sama militer, latihan angkatan laut dan misi penyelematan. Selama tahun-tahun terakhir, Cina telah menggenjot investasi di Afrika dan sekaligus meremajakan militernya.

Pangkalan militer Cina di Djibouti dilaporkan disepakati setelah diadakan “perundingan yang bersahabat” antara kedua negara. Laporan-laporan sebelumnya menyebutkan pembangunan pangkalan dimulai tahun lalu.

Pangkalan ini dinilai sebagai langkah Cina untuk meningkatkan kehadirannya di Afrika.
Pembangunan pangkalan militer di Djibouti membuat India khawatir akan peningkatan pengaruh Cina di kawasan Samudra Hindia.

Djibouti, negara kecil di Tanduk Afrika, dipilih karena lokasinya terletak di dekat rute pelayaran yang sibuk. Negara itu juga dianggap sebagai negara yang stabil di kawasan yang pada umumnya bergolak.

Pada 2015, dalam KTT negara-negara Afrika, Cina berjanji akan mengucurkan dana investasi US$60 miliar atau sekitar Rp 802 triliun untuk pembangunan Afrika.
Cina menanamkan modal di proyek kereta yang menghubungkan Djibouti dengan ibu kota Ethiopia, Addis Ababa.

Cina menanamkan modal di proyek kereta yang menghubungkan Djibouti dengan ibu kota Ethiopia, Addis Ababa.

Selain menjadi mitra dagang terbesar bagi benua Afrika, Cina juga menggelontorkan dana dan sumber daya manusia untuk poroyek-proyek infrastruktur.

Banyak di antara proyek infrastruktur itu adalah jalur kereta yang menghubungan negara-negara Afrika, termasuk jalur kereta yang menghubungkan Djibouti dengan ibu kota Ethiopia, Addis Ababa.

Di samping itu, terdapat jalur kereta di Angola, Nigeria, Tanzania dan Zambia. Sebagai imbalannya, Afrika memasok sumber-sumber daya alam, mineral dan energi ke Cina.

Related Posts

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Theme Settings

Please implement Expnews_Options_menu_location_multi_select::getCpanelHtml()

Please implement Expnews_Options_multi_select::getCpanelHtml()